Hujan Alami Diprediksi Mundur hingga November, Menhut Sebut Operasi Modifikasi Cuaca Dimasifkan untuk Padamkan Karhutla
- Abdul Gani Siregar/tvOnenews
Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyebut pemerintah akan memaksimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Pulau Kalimantan.
Pasalnya, kondisi kekeringan yang diprediksi masih berlangsung hingga sekitar 1,5 bulan ke depan.
Raja Juli menjelaskan pihaknya berkoordinasi dengan pemerintah daerah, kepolisian, TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Manggala Agni untuk melihat perkembangan kebakaran dan langkah mitigasi yang telah dilakukan.
“Yang paling memiliki kemampuan memadamkan api ini adalah hujan melalui hujan buatan atau OMC,” kata Raja Juli di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Rabu (16/9/2026).
Dia mengatakan pemerintah bersama Kepala BNPB dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah menyepakati pelaksanaan OMC secara masif selama masih terdapat potensi awan hujan.
Menurut dia, OMC akan dilakukan meski potensi awan hujan yang tersedia relatif kecil.
Operasi tersebut tidak hanya dilakukan di wilayah yang sedang mengalami karhutla, tetapi juga di daerah yang masih relatif aman dari kebakaran.
“Sedikit apa pun potensi awan hujan tersebut, kita akan OMC. Termasuk di daerah-daerah atau kabupaten yang bukan daerah karhutla," katanya.
Raja Juli menjelaskan OMC di wilayah yang belum terdampak karhutla ditujukan untuk membasahi lahan sehingga kelembapan tetap terjaga dan potensi kebakaran dapat ditekan.
Selain itu, perubahan arah angin dapat menyebabkan hujan hasil OMC turun di wilayah yang sebelumnya tidak menjadi sasaran operasi.
Dia menuturkan pemerintah juga memastikan kekuatan satuan tugas udara telah dimaksimalkan untuk mendukung penanganan karhutla, termasuk kegiatan patroli dan pelaksanaan OMC.
Lebih lanjut, Raja Juli juga mengingatkan masyarakat terkait potensi berlanjutnya periode kekeringan.
Berdasarkan informasi BMKG, hujan yang sebelumnya diperkirakan mulai turun secara alami pada awal Oktober berpotensi baru terjadi pada akhir Oktober hingga awal November.
“BMKG yang awalnya di awal Oktober sudah akan ada hujan alami, namun nampaknya hujan alami itu baru akan turun di akhir Oktober bahkan di awal November,” jelas Raja Juli.
“Artinya El Nino yang sangat kuat, El Nino yang sama dengan El Nino pada tahun 2015, ini akan masih bersama kita lebih kurang 1,5 bulan lagi,” tambahnya. (saa/nsi)
Load more