news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi SPPG.
Sumber :
  • Istimewa

Pegawai SPPG Bantul Dipecat Usai Ejek Siswi Korban Dugaan Keracunan MBG

BGN DIY memberhentikan pegawai SPPG Dlingo, Bantul, Gerardus Permanaditya, usai diduga mengejek siswi korban dugaan keracunan MBG.
Senin, 21 September 2026 - 14:30 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta,tvOnenews.com - Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi memberhentikan Gerardus Permanaditya, pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dlingo, Kabupaten Bantul.

Pemberhentian tersebut dilakukan setelah Gerardus diduga mengolok-olok seorang siswi asal Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang mengalami hilang ingatan dan disebut diduga terdampak keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Koordinator Regional BGN DIY, Wirandita Gagat Widyatmoko, mengatakan keputusan tersebut merupakan bagian dari upaya BGN menjaga standar perilaku, etika, dan profesionalitas seluruh jajaran yang terlibat dalam penyelenggaraan Program MBG.

"Kami menyayangkan adanya pernyataan tersebut. Setelah dilakukan penanganan sesuai ketentuan, yang bersangkutan telah diberhentikan," kata Gagat dalam keterangan yang diterima pada Minggu (21/9) malam.

Menurut Gagat, personel yang bekerja dalam Program MBG tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis. Mereka juga harus memiliki etika, empati, sensitivitas, serta tanggung jawab ketika berkomunikasi dengan masyarakat.

BGN Tekankan Empati terhadap Penerima Manfaat

Gagat menegaskan setiap kejadian yang berkaitan dengan keamanan pangan harus menjadi perhatian bersama. Ketika terdapat masyarakat atau penerima manfaat yang diduga terdampak, seluruh jajaran diminta mengedepankan rasa kemanusiaan dan empati.

Sikap saling menghormati juga dinilai penting dalam menghadapi persoalan yang menyangkut penerima manfaat Program MBG. Menurut Gagat, kondisi yang dialami masyarakat tidak seharusnya dijadikan bahan candaan maupun olok-olok.

Ia juga mengingatkan seluruh jajaran SPPG agar berhati-hati ketika menggunakan media sosial maupun menyampaikan pernyataan di ruang publik.

Hal tersebut dinilai penting karena pernyataan personel SPPG dapat memengaruhi persepsi masyarakat terhadap penyelenggaraan Program MBG secara keseluruhan.

"Kita harus memahami sensitivitas persoalan yang sedang dihadapi masyarakat. Jangan sampai persoalan yang seharusnya menjadi pembelajaran bersama justru dikomentari dengan cara yang tidak tepat. Empati dan saling menghormati harus menjadi bagian dari budaya kerja kita," ujar Gagat.

BGN Minta SPPG Fokus Tingkatkan Pelayanan

Setelah pemberhentian tersebut, Gagat menginstruksikan seluruh jajaran BGN Regional DIY agar tidak berlarut-larut dalam polemik yang terjadi.

Persoalan tersebut diminta menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada penerima manfaat Program MBG.

Menurut Gagat, perhatian masyarakat terhadap pelaksanaan Program MBG saat ini semakin besar. Karena itu, seluruh SPPG diminta menunjukkan kinerja yang baik, mulai dari kedisiplinan hingga keamanan pangan.

Selain itu, kualitas makanan, pelayanan kepada penerima manfaat, serta komunikasi juga menjadi hal yang harus diperhatikan oleh seluruh jajaran.

"Kami mengarahkan seluruh jajaran untuk fokus bekerja. Tingkatkan kualitas pelayanan, pastikan keamanan pangan, laksanakan SOP, perkuat pengawasan, dan berikan pelayanan terbaik kepada penerima manfaat," kata Gagat.

Ia menambahkan bahwa besarnya perhatian masyarakat terhadap Program MBG harus dijawab dengan peningkatan kinerja dari seluruh pihak yang terlibat.

Pegawai SPPG Diduga Ejek Siswi Korban Dugaan Keracunan

Sebelumnya, seorang pegawai SPPG di Kabupaten Bantul, DIY, diduga mengolok-olok siswi asal Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang mengalami hilang ingatan setelah diduga mengalami keracunan MBG.

Dalam video yang beredar, pegawai tersebut terlihat meledek siswi ketika mencicipi menu ayam katsu. Dalam video itu disebutkan bahwa makanan tersebut dimasak sehari sebelum pengambilan gambar.

Peristiwa tersebut kemudian mendapat perhatian Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Gibran mengecam tindakan yang dilakukan Gerardus.

"Perkataan oknum SPPG ini sangat disayangkan. Mari kita bersama menjaga ruang publik yang aman dan ramah bagi semua. Jangan sampai anak-anak justru menjadi korban perundungan," kata Gibran melalui unggahan resmi Instagram @gibran_rakabuming, Minggu (20/9).

Dalam unggahan tersebut, Gibran turut menampilkan video aksi Gerardus yang memakan ayam katsu sebagaimana video yang beredar. Video tersebut disandingkan dengan rekaman ketika Gibran mengunjungi korban keracunan MBG di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Dua Siswi Karo Disebut Sudah Pulang

Gibran juga menyampaikan kondisi Febiona Purba dan Agnesia Paruliana Silitonga, dua siswi asal Kabupaten Karo yang sebelumnya mengalami hilang ingatan dan menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Menurut Gibran, keduanya kini telah kembali ke rumah masing-masing di Kabupaten Karo.

"Saat ini Agnesia dan Febiona telah kembali ke rumah masing-masing di Kab. Karo dan akan masuk sekolah kembali," ujar Gibran.

Keduanya disebut akan kembali menjalani aktivitas sekolah setelah sebelumnya mendapatkan perawatan intensif akibat kondisi yang mereka alami.

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:02
01:31
05:08
11:48
01:46
08:42

Viral