news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Viral Video Mesum A Day In My Life.
Sumber :
  • dok.kolase tvOnenews.com/ medsos @kabupatenbogor.id @chrislove

4 Fakta Video Mesum Sesama Jenis 'A Day in My Life' yang Viral di Media Sosial hingga Telegram, Ternyata Kedua Pemeran Idap HIV

Berikut kumpulan fakta-fakta menarik terkait viralnya video mesum berkedok vlog keseharian "A Day in My Life" di sejumlah platform media sosial hingga Telegram.
Selasa, 22 September 2026 - 13:33 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Dunia maya kembali dihebohkan dengan kemunculan konten video asusila yang dikemas dengan kedok keseharian atau "A Day in My Life".

Video tersebut mendadak viral setelah berseliweran dan diburu oleh warganet di berbagai platform media sosial, mulai dari X hingga aplikasi percakapan Telegram.

Perbincangan hangat ini langsung menarik atensi aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas fenomena meresahkan tersebut.

Berikut kumpulan fakta-fakta menarik terkait viralnya video mesum berkedok vlog keseharian tersebut.

Video Mesum “A Day in My Life” Pasangan Sesama Jenis di Bogor
Sumber :
  • Tangkapan layar

1. Polisi Tetapkan Dua Pemeran Sebagai Tersangka

Kepolisian bergerak cepat merespons keresahan masyarakat terkait peredaran video asusila tersebut. Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Anggi Eko Prasetyo mengungkapkan bahwa pihaknya telah meringkus dua pria berinisial MR (27) dan MA (24) di wilayah Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Kedua pelaku tersebut kini telah resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak berwajib.

Selain proses hukum yang berjalan, praktisi siber juga mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap penyebaran link palsu yang kerap disisipkan pelaku kejahatan siber untuk menjebak pencari link video panas.

"Sudah ditetapkan sebagai tersangka," tegas Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Anggi Eko Prasetyo pada Minggu (20/9/2026).

 

2. Bukan Pelajar dan Mengidap HIV

Di tengah simpang siurnya informasi di dunia maya, sempat muncul dugaan bahwa para pemeran dalam video tersebut merupakan anak sekolah akibat atribut yang digunakan.

Namun, kepolisian secara tegas membantah rumor tersebut dan memastikan bahwa keduanya bukanlah pelajar.

Dari hasil pemeriksaan lebih lanjut serta pengecekan medis yang dilakukan pihak kepolisian, terungkap fakta mengejutkan bahwa kedua pelaku ternyata mengidap HIV, sebuah kondisi kesehatan serius yang menuntut perhatian khusus masyarakat terhadap bahaya penularan virus.

"Setelah kami melakukan pengecekan ke bagian kesehatan terhadap keduanya dan keduanya mengidap HIV," kata AKP Anggi Eko Prasetyo dikutip dari media sosial @infojawabarat, Selasa (22/9/2026).

"Beberapa bulan ini mereka nganggur. Jadi mereka dulunya pernah bekerja sebagai pegawai swasta," sambungnya.

Viral Video A Day In My Life di Medsos
Sumber :
  • dok.kolase tvOnenews.com / medsos @accooo @chrislove

3. Diproduksi Sejak Juli 2026 di Sejumlah Kota

Berdasarkan hasil penyelidikan mendalam pihak kepolisian, aksi tidak senonoh ini rupanya bukan pertama kali terjadi. Pasangan sesama jenis tersebut diketahui telah aktif memproduksi konten video mesum sejak bulan Juli 2026.

Tidak hanya beraksi di satu lokasi, mereka tercatat telah membuat sekitar 20 video porno di berbagai kawasan berbeda, meliputi wilayah Bogor, Depok, hingga Jakarta. Adegan-adegan tersebut direkam secara sengaja untuk kepentingan komersial kelompok mereka.

 

4. Diperjualbelikan Secara Eksklusif Rp150 Ribu per Akses

Video mesum berkedok "A Day in My Life" ini ternyata tidak disebarkan secara cuma-cuma. Para pelaku memperjualbelikan video tersebut secara eksklusif kepada komunitas tertentu di media sosial.

Peminat yang ingin menonton video tanpa sensor wajib membayar biaya sebesar Rp150 ribu per akses. Setelah melakukan pembayaran transfer, pembeli akan diberikan kode atau link akses khusus untuk bisa mengunduh atau menonton konten asusila tersebut secara privat.

"(Bayar Rp150 ribu) per akses. Jadi mereka itu konsepnya adalah membuat di salah satu platform sosial media yang sifatnya eksklusif. Hanya dapat diakses ketika dia (pembeli) mentransfer atau membayar biaya aksesnya," ungkap Anggi.

"Setelah diakses, kemudian diberikan kode aksesnya, baru mereka bisa mengakses," sambungnya. (ism)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:32
01:11
02:32
01:23
02:47
08:29

Viral