news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso.
Sumber :
  • istimewa/tvOnenews

Mendag sebut Penyebab Kenaikan Harga Cabai Rawit: Faktor Cuaca

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso bocorkan penyebab kenaikan harga cabai rawit nasional yang rata-rata mencapai Rp70 ribu per kilogram. Ia menyebutkan
Selasa, 22 September 2026 - 16:21 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso bocorkan penyebab kenaikan harga cabai rawit nasional yang rata-rata mencapai Rp70 ribu per kilogram.

Ia menyebutkan yang menjadi penyebabnya, salah satunya dipengaruhi faktor cuaca panas di musim kemarau dan fenomena El Nino.

“Ya jadi kalau kita lihat harga rata-rata nasional kan Rp70 ribu. Kami sudah komunikasi, memang (faktor kenaikan harga) karena musim (cuaca) panas ini,” kata Mendag Budi di Jakarta, Selasa (22/9/2026).

Adapun berdasarkan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan (Kemendag), semua jenis cabai rata-rata mengalami kenaikan harga.

Harga cabai merah keriting adalah Rp55.996 per kilogram atau naik 0,09 persen jika dibandingkan dengan sehari sebelumnya.

Sementara, harga cabai rawit merah mengalami kenaikan 0,56 persen atau mencapai Rp74.435 per kilogram, dan harga cabai merah besar juga naik 0,09 persen menjadi Rp48.202 per kilogram.

Mendag Budi mengatakan, pengiriman pasokan cabai dari daerah-daerah yang mengalami kelebihan produksi atau surplus ke daerah-daerah yang mengalami defisit juga akan dilakukan untuk stabilisasi harga cabai yang naik.

Di sisi lain, ia mengatakan harga beberapa komoditas lain masih sesuai atau di bawah harga eceran tertinggi (HET) di sejumlah wilayah.

“Kemarin kami juga ke pasar di Prambanan, komoditas harganya rata-rata bagus semua.

Kemarin bawang merah, bawang putih, telur, ayam masih di bawah HET. Jadi masih di bawah harga acuan, tapi mendekati,” kata Budi.

“Artinya, kalau mendekati, itu berarti ada keseimbangan antara supply and demand, kita harapkan kan seperti itu. Sehingga peternak bisa jalan, dan konsumen juga tidak dirugikan,” ujarnya menambahkan. (ant/aag) 

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:32
01:11
02:32
01:23
02:47
08:29

Viral