- Wildan-tvOnenews.com
Siswa SMP di Jakarta Timur Diduga Dianiaya Usai Edit Foto Teman Jadi Vulgar Pakai AI, Polisi Lakukan Penyelidikan
Jakarta, tvOnenews.com - Sebuah cuitan viral di media sosial yang menceritakan aksi seorang siswa kelas 9 di salah satu SMP wilayah Pulogadung, Jakarta Timur, diduga mengedit foto temannya menjadi vulgar menggunakan artificial intelligence (AI).
Peristiwa ini diunggah dalam akun Instagram @zeesoraa dengan keterangan: “Najis banget ada SMP negeri di Jakarta Timur siswa kelas 9-nya ngedit foto-foto teman perempuannya pake AI (18+) terus dijual sama salah satu pelaku. Total fotonya katanya ada 200-an foto gila banget,” ungkap cuitan di media sosial, dikutip Kamis (24/9/2026).
“Sama kepala sekolahnya disuruh jangan sampai masalah ini kedengaran keluar sekolah tapi hukuman dari sekolah ke anak itu cuma dikeluarin tapi masih akan dapat ijazah gokil banget najis banget, banget, banget pengen banget viralin tapi apa daya ya cuma masyarakat biasa,” sambungnya.
Terkait hal ini, Kasi Humas Polres Jakarta Timur AKP Made Budi membenarkan soal adanya peristiwa tersebut. Saat ini pihak kepolisian masih melakukan serangkaian penyelidikan.
“Iya betul. Namun, saat ini saya masih menanyakan apakah para korban sudah membuat laporan atau belum,” kata Made Budi, kepada wartawan, Kamis (24/9/2026).
Made Budi menjelaskan, dalam hal ini, terduga pelaku yang mengedit foto teman-temannya tersebut juga membuat laporan penganiayaan.
“Jadi yang melakukan penganiayaan teman-teman para korban karena kesal sudah mengedit foto para korban,” ucap Made Budi.
Made Budi menjelaskan bahwa menurut keterangan dari orang tua terduga pelaku yang menjadi korban penganiayaan ini menceritakan awalnya korban diminta untuk datang ke warung samping SD 01 Kayu Putih pada 15-16 September 2026 sekitar jam 11.00 WIB.
“Setibanya di warung korban diminta untuk naik ke motor dan dibawa ke rumah kosong. Setelah di rumah kosong korban dipukul di bagian hidung, telinga, kepala, dan dada korban ditendang oleh beberapa pelaku (lidik). Salah satu pelaku mengancam menggunakan katana/samurai,” terangnya.
Selain itu, korban juga dipaksa ke warung SD 01 Kayu Putih dan dipaksa naik motor menuju Waduk Ria Rio Kayu Putih.
Setibanya di waduk, korban dipukul di bagian kepala, digampar di bagian telinga kanan dan kiri, kemudian bagian perut korban beberapa kali ditendang oleh beberapa pelaku.
“Adapun sebelumnya korban mengedit foto siswi-siswi menjadi foto vulgar lalu teman-teman siswi-siswi tersebut tidak menerima sehingga melakukan kekerasan fisik terhadap korban,” ucapnya. (ars/nsi)