- dok. Istimewa
Diterjang Ancaman El Nino, 7.000 Petani Jagung Klaim Panen Naik 15 Persen
Ketiga wilayah tersebut dipilih sebagai lokasi utama karena merupakan sentra produksi jagung dengan karakteristik tantangan budidaya yang berbeda, mulai dari variabilitas iklim hingga kondisi tanah.
Jawad Nasir, Bayer Corn Seeds & Trait Lead Crop Science Indonesia, mengatakan kondisi cuaca yang semakin tidak menentu membuat petani membutuhkan inovasi yang dapat membantu mempertahankan performa tanaman.
“Di tengah meningkatnya risiko El Nino dan kejadian cuaca ekstrem, petani membutuhkan inovasi yang dapat membantu mereka mempertahankan sekaligus meningkatkan performa tanaman. Hasil observasi lapangan di lokasi-lokasi tersebut menunjukkan potensi DEKALB DK79C Kuat untuk mendukung hasil yang lebih baik ketika dipadukan dengan praktik agronomi yang tepat. Pada akhirnya, membantu petani mengoptimalkan produktivitas akan turut berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan Indonesia,” kata Jawad Nasir, Bayer Corn Seeds & Trait Lead Crop Science Indonesia.
DEKALB DK79C Kuat dikembangkan untuk membantu petani menghadapi berbagai tantangan budidaya jagung di Indonesia.
Varietas tersebut diklaim memiliki rendemen pipilan hingga 82 persen, batang yang kokoh sehingga lebih tahan rebah dan busuk batang, serta masa panen sekitar 100 hari.
Karakteristik tersebut dinilai dapat membantu petani mengelola siklus tanam secara lebih efisien.
Bayer juga memberikan pendampingan teknis dan berbagi praktik pertanian untuk membantu petani mengoptimalkan potensi hasil sesuai kondisi lahan masing-masing.
Panen raya ini sekaligus memperlihatkan bahwa persoalan produktivitas jagung tidak berhenti pada peningkatan luas tanam.
Di tengah risiko iklim dan kebutuhan pangan yang terus meningkat, kemampuan petani menghasilkan lebih banyak dari lahan yang tersedia menjadi bagian penting dalam menjaga pasokan jagung nasional.
Bagi sektor pertanian, momentum Hari Tani Nasional 2026 pun tidak sekadar menjadi perayaan terhadap peran petani. Perubahan iklim membuat produktivitas dan ketahanan budidaya semakin menentukan keberlanjutan produksi pangan. (agr/muu)