news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Tokoh Masyarakat Surakarta Nilai MBG Sangat Membantu di Daerah Rawan Bencana.
Sumber :
  • ist

Tokoh Masyarakat Surakarta Nilai MBG Sangat Membantu di Daerah Rawan Bencana

Pandangan tersebut disampaikan tokoh masyarakat Surakarta, Pak Mayor Haristanto yang tidak melihat kritik sebagai sesuatu yang harus selalu dipertentangkan dengan pemerintah.
Sabtu, 26 September 2026 - 12:34 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Kebijakan publik pada akhirnya tidak hanya berbicara mengenai bagaimana sebuah program dirancang pemerintah, tetapi juga bagaimana kebijakan tersebut dirasakan dan dinilai oleh masyarakat. Dalam proses tersebut, kritik menjadi salah satu bentuk partisipasi masyarakat yang dapat membantu melihat kekurangan sekaligus membuka ruang perbaikan.

Pandangan tersebut disampaikan tokoh masyarakat Surakarta, Pak Mayor Haristanto yang tidak melihat kritik sebagai sesuatu yang harus selalu dipertentangkan dengan pemerintah. Baginya, kritik dapat menjadi bentuk kepedulian terhadap jalannya pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Sebenarnya kritik itu kan cinta yang luar biasa," katanya.

Bagi Mayor, masyarakat memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi ketika menemukan sesuatu yang perlu diperbaiki. Namun, cara penyampaiannya juga menjadi bagian penting.

Ia menceritakan bahwa ketika memiliki persoalan, dirinya lebih memilih menyampaikan secara langsung kepada pihak pemerintah atau pemimpin daerah. Menurutnya, komunikasi langsung dapat menjadi ruang untuk menyampaikan persoalan sekaligus mencari jalan keluar.

Media juga dapat digunakan sebagai sarana untuk menyampaikan perhatian masyarakat. Dalam pengalamannya, pemberitaan dapat membantu membuat suatu persoalan mendapatkan perhatian pihak terkait.

Dengan demikian, kritik tidak harus selalu diwujudkan dalam bentuk aksi yang berlangsung panjang atau menimbulkan gangguan. 

"Penyampaian aspirasi, menurut pengalaman, dapat dilakukan secara singkat, kreatif, tertib, dan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku," katanya.

Hal serupa terlihat ketika pembicaraan beralih pada program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pak Mayor melihat adanya manfaat dari program tersebut, khususnya apabila diberikan kepada masyarakat yang memang membutuhkan. Namun, ia memberikan sejumlah catatan mengenai pelaksanaannya.

Salah satu perhatian utamanya adalah ketepatan sasaran. Menurutnya, program akan lebih tepat manfaat apabila benar-benar menjangkau kelompok yang membutuhkan.

Ia juga menyoroti persoalan keamanan makanan. Dalam pandangannya, masalah makanan yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan merupakan persoalan serius. sl

"Sehingga pelaksanaan program membutuhkan pengawasan dan evaluasi yang sungguh-sungguh," katanya.

Di sisi lain, ia melihat adanya peluang apabila pelaksanaan MBG benar-benar melibatkan masyarakat dan pelaku usaha kecil. Keterlibatan UMKM, menurut perspektif yang disampaikannya, dapat membuat manfaat program tidak hanya dirasakan oleh penerima makanan, tetapi juga oleh masyarakat yang berada dalam rantai penyediaannya.

Pandangan mengenai manfaat program kemudian mendapatkan perspektif lain ketika pembicaraan berlanjut pada pemanfaatan SPPG dalam kondisi bencana.

Saat gempa bumi melanda Nusa Tenggara Timur pada Agustus 2026, pemerintah menyiagakan SPPG di sekitar wilayah terdampak untuk membantu memenuhi kebutuhan makanan masyarakat dan kelompok rentan. 

"Dalam koordinasi penanganan bencana, sebanyak 71 SPPG disebut dapat difungsikan untuk membantu kebutuhan pangan pengungsi," katanya.

Di Kabupaten Nagekeo, misalnya, 11 dapur MBG turut membantu menyediakan makanan siap saji bagi masyarakat yang mengungsi akibat gempa. Dukungan tersebut membantu pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan makanan masyarakat terdampak.

Informasi tersebut kemudian disampaikan kepada Pak Mayor dalam komunikasi lanjutan. Ia memberikan respons positif terhadap fungsi tambahan SPPG tersebut.

“Bersyukur SPPG tanggap darurat membantu menyalurkan makanan yang terdampak gempa NTT," katanya.

Respons tersebut menunjukkan bahwa keberadaan SPPG menurut perspektif Pak Mayor dapat dilihat tidak hanya dari fungsi rutinnya dalam pemenuhan gizi, tetapi juga dari manfaat sosial yang dapat muncul ketika fasilitas tersebut dimanfaatkan dalam situasi darurat.

"Fungsi seperti ini juga menunjukkan bahwa infrastruktur yang dibangun untuk sebuah program publik dapat memiliki manfaat tambahan ketika terjadi keadaan yang membutuhkan respons cepat," ucapnya.

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

24:16
05:21
01:14
02:09
04:33
05:19

Viral