- tvOnenews/Syifa Aulia
Program MBG Berbenah, BGN Pelajari MBG Negeri Sakura
Jakarta, tvOnenews.com - Badan Gizi Nasional (BGN) terus berbenah demi mematangkan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi para siswa di Indonesia. Tak cuma berpatokan pada sistem dalam negeri, BGN kini mulai berbenah dan mempelajari praktik terbaik (best practice) dari negara-negara lain, salah satunya Jepang.
Langkah ini dilakukan lewat audiensi antara BGN dan Japan International Cooperation Agency (JICA) Indonesia. Kepala BGN, Sudaryono, mengaku ingin menyerap sebanyak mungkin ilmu dari Negeri Sakura yang dinilai punya salah satu sistem free meals sekolah terbaik di dunia.
"Intinya adalah kami ingin belajar dari negara yang salah satu yang terbaik dalam program free meals-nya. Kami sedang mempelajari hal-hal yang bisa kita dapat dari program tersebut, mulai dari cara pelaksanaan, penanganan, hingga peran masing-masing pihak," ungkap Sudaryono dalam keterangannya di laman resmi BGN, yang dilihat detikcom, Sabtu (26/9/2026).
Sudaryono menjelaskan studi tiru ini tak cuma melihat menu makanan yang disajikan. BGN juga mengintip bagaimana ekosistem di sekolah-sekolah Jepang saling bahu-membahu, mulai dari peran guru, kepala sekolah, murid, sampai para orang tua.
"Kami ingin banyak mendengar, banyak belajar, banyak melihat, kemudian banyak mengadopsi yang baik-baik dan yang bagus-bagus dari banyak sumber, sehingga program free meals kita ini bisa berjalan sebaik-baiknya di Indonesia," jelasnya.
Salah satu hal menarik yang disoroti BGN adalah soal fleksibilitas model penyediaan makanan di Jepang. Ternyata, tidak semua sekolah di sana memasak makanannya sendiri secara langsung di fasilitas sekolah.
Jepang juga menerapkan sistem Central Kitchen alias dapur terpusat. Makanan dimasak di satu lokasi dapur besar, lalu dikirim dan didistribusikan ke sekolah-sekolah.
"Di Jepang sendiri juga mengadopsi adanya Central Kitchen. Jadi ada dua tipe, ada yang dimasak di sekolah, tetapi ada juga yang menggunakan model Central Kitchen, ini menjadi satu pelajaran baru," kata Sudaryono.
Siapa tahu kita bisa juga meniru dengan langkah-langkah yang barangkali perlu di-adjust terhadap pelaksanaan MBG bagi kita," sambungnya.