- istimewa
Mengenal Sosok Gus Syahid Mubarok: Pesantren Tumbuhkan Kepedulian Sesama
Sukoharjo, tvOnenews.com - Gus Syahid Mubarok ingatkan pentingnya kepedulian terhadap sesame.
Pengurus Pondok Pesantren Al Husaini di Sukoharjo, Jawa Tengah ini aktif di dunia sosial dan Pendidikan keagamaan.
Pendidikan dan Pengabdian
Pondok Pesantren Al Husaini saat ini menjadi tempat belajar dan tinggal bagi sejumlah santri yang menempuh pendidikan tingkat menengah. Selama ini kegiatan pesantren berlangsung dengan dukungan donasi dan kepedulian masyarakat.
Dalam kesehariannya, Gus Syahid turut mendampingi aktivitas para santri. Aktivitas tersebut antara lain mengantar santri ke sekolah, mengelola kegiatan pesantren, membersihkan lingkungan, serta mengajar mengaji.
Selain aktivitas di pesantren, Gus Syahid juga dikenal kerap melakukan pendampingan hukum bagi masyarakat. Pandangan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut menekankan pentingnya kesetaraan masyarakat dalam memperoleh perlakuan dan akses terhadap hukum.
Ia juga mendirikan GENTAR (Gerakan Terpadu Jaringan Akar Rumput), yang diperkenalkan sebagai gerakan masyarakat berbasis akar rumput untuk membangun kesadaran sosial dan mendorong partisipasi masyarakat di tingkat lokal.
Gus Syahid aktif mengisi ruang pendidikan, kegiatan sosial, pendampingan masyarakat, hingga kehidupan keagamaan.
Kemanusiaan sebagai Teladan
Pilihan mendampingi anak-anak melalui pesantren, memberikan perhatian terhadap pendidikan, serta membantu masyarakat yang membutuhkan merupakan bentuk kepedulian yang memiliki nilai sosial.
Anak-anak tidak hanya belajar melalui buku atau ruang kelas, tetapi juga melalui apa yang mereka lihat dari orang-orang di sekitarnya.
Sikap menghargai sesama, membantu orang yang membutuhkan, menjaga kebersamaan, dan menyelesaikan persoalan melalui dialog merupakan nilai yang dapat diperkenalkan kepada generasi muda sejak dini.
Dengan demikian, pesantren dapat menjadi lebih dari sekadar tempat belajar agama. Ia dapat menjadi ruang pembentukan karakter dan kepedulian sosial.
Kepedulian Sosial
Gus Syahid memiliki pandangan bahwa masyarakat memiliki kedudukan yang setara dan setiap orang berhak memperoleh kesempatan untuk mendapatkan pendidikan.
Pandangan tersebut memiliki relevansi dengan persoalan pendidikan masyarakat. Kondisi ekonomi keluarga, lingkungan tempat tinggal, maupun latar belakang sosial seharusnya tidak menjadi alasan seorang anak kehilangan kesempatan untuk berkembang.
Karena itu, keberadaan lembaga pendidikan berbasis masyarakat seperti pesantren dapat menjadi salah satu bagian dari ekosistem pendidikan yang lebih luas.
Pemerintah memiliki tanggung jawab melalui kebijakan dan program pembangunan, sementara masyarakat dapat mengambil bagian melalui berbagai bentuk kontribusi sesuai kemampuan masing-masing.
Keduanya tidak harus ditempatkan sebagai dua pihak yang berseberangan. Justru, kerja sama antara pemerintah, masyarakat, lembaga pendidikan, pesantren, komunitas, dan keluarga dapat memperkuat upaya membangun kualitas generasi muda.
Keteladanan Bukan Soal Jabatan
Sosok Gus Syahid, tampaknya menunjukkan: kebermanfaatan bagi masyarakat tidak selalu harus dimulai dari jabatan formal.
Mendampingi anak berangkat sekolah, mengajarkan mengaji, membantu masyarakat memahami persoalan hukum, atau sekadar menyediakan waktu untuk mendengarkan persoalan warga merupakan bentuk kontribusi yang dapat dilakukan dari lingkungan terdekat.
Bagi generasi muda, nilai seperti ini penting untuk diperkenalkan. Keberhasilan seseorang bukan hanya dapat dilihat dari pencapaian pribadi, tetapi juga dari kemampuannya memberikan manfaat kepada orang lain.
Generasi Muda harus Peduli
Cerita dari Pondok Pesantren Al Husaini memberikan satu pesan sederhana: perubahan dapat dimulai dari kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Generasi muda Sukoharjo tidak harus menunggu menjadi tokoh atau memiliki posisi tertentu untuk berbuat sesuatu.
Belajar dengan sungguh-sungguh, menghormati orang tua dan guru, membantu teman, menjaga lingkungan, menghargai perbedaan, dan mau terlibat dalam kegiatan sosial merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan sejak sekarang.
Mari membangun Sukoharjo bukan hanya dengan mengejar kemajuan, tetapi juga dengan menjaga manusia yang ada di dalamnya. Belajar untuk menjadi lebih baik.
Peduli untuk menjadi lebih bermanfaat. Bersama untuk menjaga kerukunan.
Karena masa depan masyarakat bukan hanya ditentukan oleh kebijakan dan pembangunan, tetapi juga oleh generasi yang tumbuh dengan ilmu, kepedulian, dan karakter yang kuat. (muu)