- Ilustrated by ChatGPT
Sempat Damai hingga Dibuka Kembali, Rumah Doa GKPI Tangerang Ternyata Masih Ditutup
tvOnenews.com — Rumah Doa GKPI di Kampung Periuk, Desa Mekarsari, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang ternyata masih belum bisa untuk ibadah karena tertutup.
Padahal, Rumah Doa GKPI Tangerang ini sebelumnya sudah diizinkan untuk dipakai ibadah para jemaat setelah sempat disegel oleh warga sekitar.
Hal ini membuat para jemaat untuk sementara waktu beribadah di rumah masing-masing, Minggu (28/9) menurut pernyataan Panatua Rumah Doa GKPI, Surya Sarjono Lumban Gaol.
Menurutnya, jemaat masih menunggu perkembangan mengenai relokasi tempat peribadatan yang baru dengan peran pemerintah daerah sebagai fasilitator.
Kendati demikian, tidak bisanya para jemaat untuk beribadah di Rumah Doa GKPI Tangerang menjadi pembahasan tersendiri di media sosial Instagram.
Akun @kresten.selubung yang pertama kali mempertanyakan ketidakjelasan ini. Ia pun bertanya kenapa situasi tersebut bisa terjadi setelah sebelumnya sudah didamaikan.
“Mas, inikah hasil kesepakatan damai antara kedua pihak? Si Aji gak jadi masuk penjara dan rumah doa tetap gabisa dibuka?,“ tanya @kresten.selubung kepada staf Kementerian Agama Gugun Gumilar.
- istimewa
Pun halnya pendeta David Herson yang juga mengutip laporan dari salah satu media swasta terkait tidak bisanya para jemaat beribadah Rumah Doa GKPI Tangerang.
“Ini kenapa jadinya begini ya, sudah diancam dengan senjata tajam, sudah dibubarin, kok malah jemaat tidak bisa ibadah?,“ tanya pendeta @davidherson_official.
Pertanyaan ini kemudian dijawab oleh Staf Khusus Menteri Agama RI Gugun Gumilar yang kebetulan ikut memediasi saat GKPI Tangerang ditutup sejumlah warga.
“Saya sudah membuka dan menyerahkan kunci tersebut kepada pendeta. Video dan beritanya ada. Jam 8-9 malam beres dan clear,“ katanya.
“Tiba tiba jam 11 malem Bupati menutup dan damai. Saya menolak 'tidak setuju menutup rumah doa dan damai',“ lanjutnya.
“Nah, yang punya wilayah Bupati, camat dan lurah, silakan ke Bupati ya. Saya sudah berjuang keras. Mohon dipahami,“ tutupnya.
Sempat Ricuh dan Didamaikan
- Kolase Instagram/@mood.jakarta & Istimewa
Terjadi penghentian ibadah jemaat GKPI di sebuah Rumah Doa GKPI di Kampung Periuk, Desa Mekarsari, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Minggu (20/9/2026), sekitar pukul 10.30 WIB.
Kurang lebih sekitar 40 jemaat tengah beribadah di dalam rumah doa tersebut. Di tengah aktivitas itu, sekelompok orang tiba-tiba mendatangi lokasi kejadian.
Ironisnya, mereka langsung berteriak dari luar bangunan. Bahkan suara gerombolan warga begitu keras sehingga memicu ketakutan dan kepanikan bagi para jemaat di dalam ruangan.
Sekumpulan warga tadi bahkan sempat melakukan pengusiran terhadap jemaat secara sepihak. Salah satu orang yang melakukan ancaman adalah Aji Cahyono.
“Kalau tidak mau tutup, ada pertumpahan darah di dalam. Saya tidak takut mati, saya tidak takut mati. Sudah koordinasi sama siapa kalian? Tutup! Kalian sudah negosiasi dua kali, kalian izin sama siapa? Saya tidak menggunakan kekerasan jika Anda punya izin,“ ancam Aji.
Pada akhirnya, pemerintah daerah bersama Kemenag memfasilitasi agenda mediasi. Kedua belah pihak didampingi tokoh masyarakat dan pemuka agama setempat.
Atas hasil mediasi tersebut, kedua belah pihak pilih menempuh jalur kekeluargaan. Hal ini bertujuan agar tetap merawat kerukunan antarumat beragama di lingkungan setempat.