- Livia Kristianti-Antara
ATSI Kaji Penghentian Jaringan 2G, Ditaksir Masih Ada 29 Juta Pengguna
Jakarta, tvOnenews.com - Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) mengkaji rencana penghentian jaringan 2G di Indonesia.
Ketua ATSI Marwan O. Baasir mengatakan rencana kajian ini merupakan bagian dari upaya mempercepat transformasi digital. Meski demikian, rencana tersebut masih dalam tahap pembahasan awal bersama pemerintah.
Pasalnya, kata dia, sebagian masyarakat masih mengandalkan jaringan 2G untuk layanan telepon dan pesan singkat.
"Kita masih membahas di tahap awal ke pemerintah. Karena sebetulnya kalau ekosistem digital dikejar dipercepat, tentunya kita harus mulai mempersiapkan diri. Kira-kira kapan dan insentif program apa yang akan dilakukan," ujarnya, Minggu (28/9/2026).
Marwan mengatakan tujuan penghentian jaringan 2G ini agar spektrum frekuensi pada pita 900 MHz yang digunakan untuk layanan 2G dapat direalokasikan untuk mendukung teknologi yang lebih sesuai dengan perkembangan digital seperti 4G dan 5G.
Adapun proporsi pengguna jaringan 2G masih sekitar 8-10 persen dari total pengguna layanan seluler di Indonesia.
Berdasarkan data registrasi kartu SIM berbasis biometrik yang dilakukan sejak awal 2026 hingga Agustus 2026 dan telah mencapai 297 juta, jumlah pengguna yang masih mengandalkan jaringan 2G diperkirakan sekitar 29 juta.
Selain jumlah pengguna, kondisi geografis Indonesia menjadi salah satu pertimbangan dalam kajian penghentian jaringan 2G.
Menurutnya, keberadaan pengguna 2G dalam jumlah cukup besar serta tantangan geografis membuat rencana penghentian jaringan tersebut perlu dipersiapkan secara matang.
Jika nantinya penghentian jaringan 2G diputuskan, Marwan menilai pemerintah perlu memberikan dukungan melalui regulasi dan insentif agar proses peralihan teknologi berjalan lancar.
Salah satu bentuk dukungan tersebut, yakni pengaturan terhadap peredaran perangkat yang hanya mendukung jaringan 2G setelah kebijakan penghentian diumumkan.
Di samping itu, perangkat yang mendukung layanan digital berbasis 4G LTE dan 5G diharapkan semakin tersedia di pasar dengan harga yang terjangkau. (ant/nsi)