- Ist
UNPAM Kampus Kota Serang Tekankan Strategi, Empati, dan Profesionalisme Mahasiswa
Serang, tvOnenews.com - Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen Universitas Pamulang (UNPAM) Kampus Kota Serang menggelar Latihan Dasar Kepemimpinan Organisasi (LDKO) 2026 di Taman Wisata MBS, Serang, Banten, pada 26–27 September 2026.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Mengintegrasikan Strategi, Empati, dan Profesionalisme: Fondasi Intelektualitas Mahasiswa.” Tema itu menjadi pijakan dalam membekali mahasiswa dengan kemampuan kepemimpinan, berpikir strategis, membangun komunikasi, serta menjalankan organisasi secara bertanggung jawab.
Ketua Pelaksana LDKO 2026, Alfatha Abda, mengatakan kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami kepemimpinan dan pengelolaan organisasi secara lebih praktis.
“LDKO ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar memimpin, bekerja sama, menyusun strategi, sekaligus membangun kepedulian terhadap lingkungan organisasi. Kami berharap peserta dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kegiatan akademik maupun organisasi,” ujar Alfatha Abda.
Menurutnya, mahasiswa saat ini menghadapi perkembangan teknologi dan arus informasi yang berlangsung cepat. Karena itu, kemampuan berpikir kritis, adaptif, serta mampu memahami persoalan dari berbagai sudut pandang menjadi bagian penting dalam pengembangan kapasitas mahasiswa.
Dalam pengelolaan organisasi, strategi diperlukan mulai dari penyusunan perencanaan, pembagian tugas, koordinasi, pemanfaatan sumber daya hingga evaluasi program. Kemampuan tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa ketika terlibat dalam organisasi.
Selain strategi, LDKO 2026 menempatkan empati sebagai salah satu aspek penting dalam kepemimpinan. Kemampuan memahami kondisi, kebutuhan, dan perspektif orang lain dinilai dapat mendukung komunikasi serta kerja sama di lingkungan organisasi.
Profesionalisme juga menjadi bagian yang ditekankan melalui kegiatan tersebut. Sikap disiplin, tanggung jawab, kemampuan bekerja dalam tim, objektivitas dalam mengambil keputusan dan keterbukaan terhadap evaluasi menjadi sejumlah nilai yang perlu dibangun dalam aktivitas organisasi mahasiswa.
Alfatha menambahkan, organisasi mahasiswa tidak hanya menjadi tempat menjalankan program kerja, tetapi juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar menghadapi perbedaan pendapat dan menyelesaikan persoalan secara konstruktif.
“Harapannya, peserta tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi mampu membawa nilai-nilai kepemimpinan tersebut ke dalam kehidupan sehari-hari. Strategi harus berjalan bersama empati dan profesionalisme agar organisasi dapat memberikan manfaat,” katanya.