- Istimewa
Clandestine Lab Etomidate Beroperasi Sejak Agustus 2026 di Rumah Cluster PIK Dibongkar, WN China Jadi Pekerja Dapat Upah Rp13,3 Juta
Jakarta, tvOnenews.com - Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat membongkar clandestine lab narkotika jenis etomidate yang beroperasi di sebuah rumah di kawasan cluster, Pantai Indah Kapuk (PIK), Kelurahan Salembaran, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.
Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Nasriadi mengatakan kasus ini diungkap pada Selasa (29/9/2026).
Dari pengungkapan ini, pihak kepolisian menyita sejumlah bahan baku, peralatan produksi serta ribuan cartridge/pods yang diduga berisi cairan etomidate.
“Kami baru saja mengungkap clandestine lab di sebuah perumahan,” kata Nasriadi, kepada wartawan, Rabu (30/9/2026).
Dalam kesempatan yang sama, Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKBP Vernal A. Sambo menerangkan kasus ini terungkap usai tim mendapatkan informasi dari masyarakat soal penyalahgunaan narkotika di wilayah Slipi, Palmerah, Jakarta Barat.
“Tim kemudian bergerak melakukan pendalaman hingga akhirnya mengamankan seorang warga negara China berinisial CF (27) pada Senin (21/9/2026) malam,” jelas Vernal.
Dari lokasi pertama ini, tim menyita 22 ikat plastik bungkus cartridge etomidate serta satu unit telepon seluler merek Redmi warna hitam.
Saat diamankan, CF sedang bersama dua orang rekannya yang juga merupakan warga negara China berinisial ZD dan YX.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kedua orang tersebut tidak ditemukan keterkaitan dengan barang bukti yang disita dari CF,” ucapnya.
Tim melakukan interogasi dan CF mengakui masih menyimpan barang bukti lainnya di lokasi yang tidak jauh dari tempat dirinya diamankan.
“Petugas kemudian membawa CF menuju cluster nomor 6 yang selanjutnya dilakukan penggeledahan. Di lokasi kedua tersebut, petugas menemukan sejumlah barang bukti yang mengindikasikan adanya aktivitas produksi pods etomidate,” ungkapnya.
Dari lokasi tersebut, tim menyita barang bukti berupa 13 bungkus bubuk/bahan yang diduga sebagai bahan baku etomidate dengan berat netto 1.300 gram, 22 botol berisi cairan yang diduga etomidate dengan berat netto 11.000 ml serta sejumlah botol berisi sisa cairan yang diduga etomidate dengan berbagai ukuran.
Tim juga menyita sejumlah peralatan yang diduga digunakan dalam aktivitas produksi, di antaranya ember, wadah masak, perangkat pemanas air, botol bertutup lancip dan timbangan digital.