- Tangkapan layar Instagram @oi_filystin - Megatix
Gelombang Boikot Konser Israel Houghton di Jakarta, Chiki Fawzi hingga Wanda Hamidah Bongkar Jejak Pro-Zionis
tvOnenews.com – Konser musik rohani penyanyi asal Serikat, Israel Houghton, bersama grup musik Israel & New Breed yang dijadwalkan mentas di Jakarta mendadak dihantam gelombang seruan boikot keras dari publik Indonesia.
Tur bertajuk "Til The Whole World Knows Tour 2026" tersebut sedianya bakal digelar di The Music Hall at Grha Pengharapan Building, Jakarta pada 24 Oktober 2026 mendatang.
Meski diterpa desakan pembatalan, pantauan tvOnenews.com pada Rabu (30/9/2026) menunjukkan bahwa penjualan tiket konser musisi peraih Grammy tersebut masih berstatus aktif di platform Megatix.
"Bergabunglah bersama kami di The Music Hall at Grha Pengharapan Building untuk menikmati satu malam penyembahan (worship) yang luar biasa hingga seluruh dunia mengenal-Nya," demikian keterangan di laman Megatix, dikutip pada Rabu (30/9/2026).
- Megatix
Deretan Figur Publik Bongkar Jejak Pro-Israel
Aksi penolakan keras ini dipelopori oleh deretan figur publik ternama Tanah Air, mulai dari Chiki Fawzi, Annisa Theresia Maqdisia, Wanda Hamidah, hingga seniman pantomim Wanggi Hoed.
Melalui unggahan bersama di platform Instagram, mereka menyuarakan aksi boikot lantaran sikap politik Israel Houghton yang dinilai terang-terangan memberikan dukungan kepada Israel di tengah agresi militer ke Palestina.
"Seruan boikot. Musisi asal Amerika, Israel Houghton, yang bersikap tegas atas dukungannya kepada ISRAHELL akan mengadakan tour bersama group musik Israel and New Breed di Jakarta," tegas narasi yang diunggah Chiki Fawzi dan kawan-kawan.
Dasar penolakan ini berawal dari unggahan media sosial Houghton pada 8 Oktober 2023.
Saat itu, ia mengunggah pesan solidaritas berbunyi, "I pray for the peace of Jerusalem. I stand with Israel" lengkap dengan emoji bendera Israel.
Sorotan Paham Christian Zionism & Isu Kemanusiaan Gaza
Tak hanya pernyataan terbuka, pandangan keagamaan Houghton juga disorot karena dinilai selaras dengan doktrin Christian Zionism yang memandang keberadaan negara modern Israel sebagai bentuk penggenapan nubuat sakral.
Penggunaan simbol-simbol akar Yahudi seperti Magen David (Bintang Daud) dalam estetika pertunjukannya kerap dikritik sebagai bentuk normalisasi narasi politik dan legitimasi keagamaan atas penindasan yang terjadi.