news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Wadirreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP I Dewa Anom Danujaya..
Sumber :
  • tvOnenews.com/Adinda Ratna Safira

Polisi Ungkap Rekam Jejak Tewasnya Sutrimo dari Timeline CCTV, Sempat Boncengan Keluar Klinik Makan Pecel Ayam

Polisi mengungkap hasil analisa rekaman CCTV yang merekam kegiatan Karumga Eks Jampidsus, Febrie Adriansyah yakni Sutrimo, sebelum ditemukan tewas di depan Mordent Aesthetic Clinic, Jalan Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Rabu, 30 September 2026 - 21:02 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Polisi mengungkap hasil analisa rekaman CCTV yang merekam kegiatan Karumga Eks Jampidsus, Febrie Adriansyah yakni Sutrimo, sebelum ditemukan tewas di depan Mordent Aesthetic Clinic, Jalan Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Wadirreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP I Dewa Anom Danujaya menjelaskan, rangkaian perjalanan CCTV ini diperlukan untuk menguatkan fakta-fakta yang ditemukan dalam proses penyidikan yang dilakukan.

Dari rekaman CCTV terlihat bahwa Sutrimo terekam motornya mogok dan tengah didorong, pada 22 Juli 2026.

“Ini dari tanggal 22 Juli, yaitu korban motor korban mogok di dekat Klinik SAS, ya. Ini dari tanggal 22, pukul 21.33 WIB, korban melintas depan Klinik SAS, korban menggunakan motor Mio dengan nopol sekian, motor didorong,” jelas I Dewa Anom, di Polda Metro Jaya, Rabu (30/9).

Kemudian, sekitar pukul 21.40 WIB, terpantau korban keluar tempat kejadian perkara (TKP) menggunakan motor bersama satu orang yang mendorong motor melewati Jalan Radio Dalam 3. 

“Selanjutnya di tanggal 23 Juli 2026, korban terpantau melintas di Jalan Petogogan 2 menggunakan motor, kemudian korban melintas di depan Klinik SAS menggunakan motor Jupiter merah,” ungkapnya.

Selanjutnya, terlihat sekitar pukul 01.46 WIB sampai jam 03.11 WIB, korban dibonceng keluar dari Jalan Radio Dalam 1 menggunakan motor, kemudian berputar balik di arah perempatan Radio Dalam. 

“Nah, ini korban berboncengan berhenti di warung Pecel Lele Sambal Setan di Jalan Radio Dalam Raya dengan menggunakan kendaraan bermotor pada pukul 03.11 WIB. Kemudian terlihat ini korban selesai makan. Ini korban terpantau melintas di Jalan Kiai Haji Ahmad Dahlan, Kebayoran Baru berboncengan dengan menggunakan motor,” terang Dewa Anom.

Setelahnya tampak korban kembali ke Klinik Mordent dan terpantau adanya ambulans keluar dari TKP menuju Rumah Sakit Muhammadiyah.

Dalam hal ini, diketahui bahwa pada Kamis (23/7) pada pukul 07.49 WIB, ambulans PKAD mendapatkan telepon dari operator PKAD bahwa ada pasien tidak sadarkan diri dan meminta bantuan pertolongan di Kramat Pela, Jakarta Selatan. 

Setelah sampai di lokasi, petugas ambulans melakukan pengecekan kondisi pasien. Dan karena kondisi pasien diketahui sudah meninggal dunia, maka petugas ambulans menjelaskan bahwa tidak bisa melakukan pengangkutan pasien ke rumah sakit.

Selanjutnya, call center ambulans PT Bintang Medica Indonesia menerima pesanan seorang yang mengaku sebagai kerabat korban mengatakan bahwa perlu ambulans segera di Klinik Mordent Kramat Pela, Jakarta Selatan. 

Setelahnya tim ambulans pihak swasta menuju TKP dan sesampainya di TKP pada pukul 08.53 WIB, driver langsung menghampiri pasien. 

Terlihat pasien sudah ditutupi seprai berwarna biru dengan motif bunga dan kepala korban dialasi dengan handuk berwarna merah dalam posisi terlentang di bawah tangga halaman Klinik Mordent.

“Selanjutnya oleh driver supir ambulans dibuka lalu diketahui bahwa korban sudah meninggal dunia dengan kondisi mulut dan hidung mengeluarkan busa. Kemudian driver ambulans tersebut mengelap busa dan keluar dari mulut korban menggunakan handuk yang digunakan untuk alas kepala korban dan saat dibersihkan keluar cairan berwarna kekuningan dari mulut dan hidung,” ucap Dewa Anom.

Selanjutnya, seorang yang mengaku sebagai kerabat korban meminta agar korban dibawa ke Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring dan selanjutnya korban dibawa dari TKP pada pukul 09.03 WIB dan tiba di Rumah Sakit pada pukul 09.09 WIB.

“Setelah diperiksa di UGD, korban dimandikan dan langsung dibawa ke kampungnya di Banyumas, Jawa Tengah menggunakan ambulans lain dari PT Bintang Medika Indonesia dan korban tiba di Banyumas pada hari Kamis tanggal 23 Juli 2026 sekira pukul 22.10 WIB dan langsung dimakamkan pada pukul 23.30 WIB di TPU Bantar Agung, Desa Ulahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah,” terangnya.

Terhadap peristiwa tersebut, Ditreskrimum Polda Metro Jaya menerima dua pelimpahan laporan polisi. Yang pertama dari Bareskrim laporan polisi pada 7 Agustus 2026 dan dari Polres Banyumas tanggal 8 Agustus 2026 sebagai dasar untuk dilakukan proses penyelidikan dan penyidikan.

Setelahnya, tim melakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan untuk memperoleh gambaran peristiwa secara utuh, objektif, dan sesuai dengan fakta. 

Salah satu langkah yang dilakukan adalah ekshumasi terhadap jenazah yang dilaksanakan pada hari Rabu (12/8) di Kabupaten Banyumas.

“Dengan demikian, berdasarkan fakta-fakta yang telah dikumpulkan dan dianalisa, penyidik berkesimpulan, sampai saat ini belum ditemukan adanya bukti yang menunjukkan terjadinya tindak pidana dalam peristiwa meninggalnya Saudara Sutrimo,” tukasnya. (ars/dpi)
 

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:50
02:47
06:54
06:16
06:20
07:15

Viral