- TvOnenews.com/ Kevi Laras Wana
Peserta Kelas 3 BPJS Kesehatan Merasakan Manfaat tapi Berharap Antrean saat Pelayanan Tidak Terlalu Panjang
Jakarta, tvOnenews.com- Senada dengan pemerintah, salah satu pengguna atau peserta BPJS Kesehatan menyampaikan harapannya agar antrean tidak terlalu panjang.
Hal ini disampaikan Warim, salah satu peserta kelas 3 BPJS Kesehatan. Dia berprofesi sebagai sopir Bajaj, yang biasa mangkal di depan RS Persahabatan, Jakarta Timur.
Warim yang berusia sekitar 51 tahun tersebut, merasakan manfaat dari BPJS Kesehatan. Di tengah kabar Pemerintah ingin mengoptimalkan Pelayanan Kesehatan khusus pengguna BPJS.
"bpjs ini terlalu membantu ya buat masyarakat. Apalagi waktu saya kan rutin bayar angsuran, istri saya operasi dulu dibantu," ucapnya saat ditemui tvOnenews.com di sekitar RS Persahabatan, Kamis (1/10).
"harapannya ya pelayanan (BPJS Kesehatan) lebih lagi ya," sambung Warim.
- Istimewa
Sehubungan dengan opini Warim sebagai pengguna BPJS Kesehatan kelas 3. Dia sependapat dengan pemerintah yang ingin berharap agar antrean pelayanan kesehatan tidak terlalu panjang.
BPJS Kesehatan kelas 3 merupakan program jaminan kesehatan tingkat dasar dengan iuran terjangkau yang disubsidi oleh pemerintah.
Rincian Iurannya, diketahui sekitar Rp35.000 per orang per bulan (dari total tagihan Rp42.000 yang disubsidi pemerintah sebesar Rp7.000).
Sehubungan dengan ini, bagi peserta PBI diketahui gratis untuk masyarakat tidak mampu karena iuran dibayar penuh oleh pemerintah.
"harapannya juga antrean tidak panjang. Jangkauan untuk masyarakat kurang mampu, bisa mendapatkan pelayanan yang lebih baik lagi," harap masyarakat yang menggunakan BPJS Kesehatan kelas 3.
Sebelumnya, Menteri Budi Gunadi Sadikin menyampaikan BPJS Kesehatan mendapatkan suntikan dana sebesar Rp20 T dari Pemerintah. Hal tersebut disampaikannya setelah mengikuti rapat terbatas di Istana Merdeka pada Senin (28/9).
Diketahui kalau suntikan dana Rp 20 triliun dari pemerintah, guna membantu untuk menutup gap arus kas atau cashflow pendapatan iuran dengan biaya manfaat.
"harapan Bapak Presiden di rapat tadi, 'tolong dipastikan bahwa pelayanan BPJS juga ditingkatkan. Antreannya bisa lebih pendek lagi'," jelas Menkes Budi.
"ini sudah tingkatkan pembayaran tapi masyarakat antrenya tetap lama, masyarakat dibeda-bedakan kalau BPJS lebih sulit aksesnya, atau masyarakat masuk ternyata layanan enggak bagus, kan banyak di rumah sakit keluhannya akhir-akhir ini," katanya dikutip dari Youtube Sekertariat negara kepada wartawan setelah Ratas di Istana.
Sehuhungan dengan ini, jumlah suntikan dana yang disediakan untuk penguatan BPJS Kesehatan pada tahun ini untuk dua bulan yaitu Oktober dan November.
"Kebetulan Pak Menkeu, saya, dan Pak Menko PMK, minggu lalu ya Pak Menkeu ya, dua minggu lalu sudah menyetujui pencairan dana Rp10 triliun plus Rp10 triliun, jadi totalnya Rp20 triliun tahun ini ke BPJS (Kesehatan),” ungkap Menkes Budi.(klw)