- Antara - Megatix
MUI Minta Aparat Cabut Izin Konser Israel Houghton di Jakarta Jika Ada Agenda Propaganda Zionis
tvOnenews.com – Rencana perhelatan konser musik rohani bertajuk "Til The Whole World Knows Tour 2026" yang memboyong musisi peraih Grammy asal Amerika Serikat, Israel Houghton, bersama grup Israel & New Breed di Jakarta mendadak memicu gelombang penolakan keras publik.
Konser yang dijadwalkan mentas pada 24 Oktober 2026 di The Music Hall at Grha Pengharapan Building, Jakarta tersebut menjadi sorotan tajam lantaran rekam jejak politik Houghton yang dinilai terang-terangan membela Israel di tengah penderitaan warga Palestina.
Aksi boikot dipelopori oleh deretan figur publik Tanah Air seperti Chiki Fawzi, Annisa Theresia Maqdisia, Wanda Hamidah, hingga Wanggi Hoed.
Mereka mengunggah bukti narasi dukungan Houghton pada 8 Oktober 2023 yang menuliskan pesan "I pray for the peace of Jerusalem. I stand with Israel".
- Ammar Ramzi
- Antara
MUI Desak Transparansi Penyelenggara dan Pemantauan Polri
Menanggapi gejolak sosial ini, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Prof. Sudarnoto Abdul Hakim, meminta pihak penyelenggara segera memberikan klarifikasi jujur dan terbuka.
Prof. Sudarnoto menegaskan bahwa posisi Indonesia sangat konkrit membela kemerdekaan Palestina dan menolak segala bentuk penjajahan sesuai amanat Pembukaan UUD 1945.
"Apabila benar bahwa konser tersebut membawa, mempromosikan, atau menjadi bagian dari agenda dukungan terhadap Israel, maka hal tersebut patut mendapat perhatian serious dari pemerintah dan masyarakat Indonesia," tegas Prof. Sudarnoto dalam keterangan pers yang diterima tvOnenews.com, Kamis (1/10/2026).
Ia mengingatkan agar tidak ada pihak mana pun yang memanfaatkan panggung seni, budaya, atau keagamaan untuk menyisipkan doktrin politik asing maupun Christian Zionism yang berpotensi membenturkan kerukunan antarumat beragama di Indonesia.
- Tangkapan layar Instagram @oi_filystin - Megatix
Dorong Cabut Izin Jika Terbukti Ada Propaganda
MUI secara resmi meminta Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) beserta aparat terkait untuk bertindak sigap memantau isi serta agenda di balik perizinan konser tersebut.
"Pemantauan untuk memastikan suatu kegiatan publik tidak menjadi sarana propaganda zionisme. Apabila terbukti memberikan dukungan atau legitimasi kepada Israel, pemerintah perlu mengambil langkah afirmatif tidak memberikan izin atau menghentikan penyelenggaraannya demi menjaga ketertiban umum," tuturnya.
Prof. Sudarnoto juga mengimbau seluruh elemen masyarakat agar tetap berkepala dingin.
Apabila indikasi agenda pro-Israel tersebut terbukti benar, ia menyerukan aksi boikot secara damai, beradab, dan konstitusional sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan terhadap rakyat Palestina.