- Istimewa
Pengungkapan Kasus Majikan Bakar Sopir Hidup-Hidup di Bali, Polisi: Bos Sumbu Pendek, Jarang Berinteraksi hingga Awalnya untuk Menakut-nakuti
Jakarta, tvOnenews.com - Pihak kepolisian akhirnya mengungkap kasus majikan membakar sopirnya hidup-hidup secara detail.
Dalam kasus ini, tersangka merupakan majikan sekaligus pemilik usaha berinisial CP (37). CP diketahui punya 13 unit truk dan mengelola bengkel mobil. Sementara itu, korbannya adalah sopir truk berinisial IGS (20).
Kasus majikan membakar sopir hidup-hidup terjadi di Banjar Dinas Susut, Desa Muncan, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, Bali.
Kapolres Karangasem AKBP I Made Santika mengatakan, berdasarkan hasil pendalaman penyidik, CP disebut jarang berinteraksi dengan masyarakat maupun lingkungan sekitar.
- tvOneNews
Informasi tersebut menjadi salah satu gambaran yang diperoleh terkait aktivitas sehari-hari tersangka.
“Informasinya pelaku orangnya kurang bersosialisasi dengan masyarakat. Mungkin karena sibuk mengurus pekerjaannya,” ungkapnya, Sabtu (3/10/2026).
Selain informasi CP yang jarang berinteraksi, ditemukan juga informasi bahwa tersangka mudah tersulut emosi ketika menghadapi persoalan.
Hal tersebut terlihat dari cara tersangka merespons masalah yang terjadi sebelum aksi pembakaran.
“Mungkin kurang sosialisasi dengan tetangga dan keluarga, sehingga memiliki pikiran-pikiran pendek saat menghadapi permasalahan dan cepat tersulut emosinya,” katanya.
Adapun hal yang memicu tersangka melakukan pembakaran kepada korban adalah masalah keuangan.
Saat itu, tersangka harus membayar angsuran sejumlah truk. Namun, uang yang seharusnya menjadi modal usaha belum disetorkan korban. Alhasil hal inilah yang menyulut pertengkaran keduanya.
Korban yang saat itu sedang sakit dan beristirahat sempat dipukul dan ditampar oleh tersangka.
Situasi semakin memanas hingga tersangka diduga menyiramkan Pertalite ke tubuh korban sebelum menyalakan korek api.
Imbasnya, korban mengalami luka bakar serius dan harus menjalani perawatan di RSUP Prof. Ngoerah Denpasar. Usai dirawat beberapa hari, akhirnya korban dinyatakan meninggal dunia.
Santika mengatakan pihaknya belum menemukan indikasi aksi tersebut direncanakan sebagai pembunuhan sejak awal.
Berdasarkan pemeriksaan sementara, kata dia, tindakan tersebut bermula dari niat untuk menakut-nakuti atau mengancam korban, namun berakhir fatal. (nsi)