news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi - Sejumlah buruh tani menanam padi di areal persawahan..
Sumber :
  • Antara

Menteri Pertanian Pastikan Produksi Padi Aman di Tengah Ancaman El Nino

Fenomena El Nino kategori sangat kuat bersamaan dengan musim kemarau menghasilkan kondisi atmosfer Indonesia yang kering. Pemerintah pastikan produksi padi aman
Minggu, 4 Oktober 2026 - 21:01 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com- Ancaman El Nino di Indonesia telah diprediksi oleh Pemerintah. Mentan mengatakan sudah mengantisipasi produksi padi.

Potensi El Nino yang diperkirakan terjadi dengan intensitas kuat di Tahun 2026 ini, dapat meningkatkan risiko kekeringan. Bahkan mempengaruhi ketersediaan air untuk pertanian.

Sehubungan dengan ini, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah menjaga produksi padi. Dengan melakukan pompanisasi dan pengelolaan air.

Kabar baiknya hingga Agustus 2026, produksi padi nasional masih menunjukkan pertumbuhan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (kedua kiri) bersama jajaran pejabat lingkup Kementerian Pertanian dalam Rapat Kerja Komisi IV DPR RI di Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Sumber :
  • ANTARA/Harianto

"Pemerintah akukan berbagai angkah mitigasi untuk menjaga produksi tetap berjalan, terutama melalui penguatan pengelolaan air dan optimalisasi pompanisasi di wilayah yang menghadapi keterbatasan air," katanya dalam antara.

Lebih lanjut kata Mentan Amran pemerintah tidak membiarkan petani menghadapi tantangan produksi sendirian. 

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi padi nasional periode Januari hingga Agustus 2026 mencapai 43,89 juta ton gabah kering giling (GKG). 

Angka yang meningkat 0,07 persen dibandingkan periode sama tahun lalu meski menghadapi tantangan iklim.

“Kami turun, pasang pompa-pompa, kita tidak boleh menyerah. Kita tidak boleh membiarkan petani jalan sendiri, kita harus turun tangan,” ujar Amran.

"untuk produksi beras pada kondisiJanuari sampai dengan Agustus tahun 2026 mencapai 25,29 juta ton atau naik sebesar 0,07 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2025,” sambungnya. 

Sebelumnya, BMKG menyampaikan fenomena El Niño di 2026 kategori sangat kuat bersamaan dengan musim kemarau menghasilkan kondisi atmosfer Indonesia yang kering, tutupan awan yang minim, hingga meningkatnya suhu permukaan. 

Selain kondisinya kering masih mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia, hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat masih terjadi secara lokal. 

Kemudian sebagian besar wilayah Indonesia bagian selatan mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) kategori ekstrim.

Diketahui lebih dari 60 hari berturut-turut tanpa hujan, yang meliputi wilayah Sumatra bagian selatan, sebagian besar Jawa, Kalimantan bagian selatan, Sulawesi bagian utara dan selatan, Maluku, Bali, Nusa Tenggara, dan Papua Selatan.(klw)

 

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:50
02:47
06:54
06:16
06:20
07:15

Viral