- Tangkapan layar instagram dewanperwakilannetezen.id
Hasil Urine Negatif tapi Jadi Penyedia Sabu, Oknum Pegawai Rutan Depok Diperiksa Buntut Viral Pesta Bareng Warga Binaan
Jakarta, tvOnenews.com - Polisi mengungkap fakta baru di balik viralnya warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Depok yang diduga melakukan aksi pesta narkoba jenis sabu di dalam Rutan pada 27 Agustus 2026 lalu.
Kapolres Metro Depok Kombes Pol Christian Rony Putra mengatakan pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap dua oknum pegawai Rutan Depok.
“Jadi kami nanti akan melakukan pemeriksaan ke oknum dua orang itu supaya nanti ke depan ada efek jera supaya tidak terulang lagi. Jadi mungkin setelah dilakukan pemeriksaan, kami akan sampaikan ke Kepala Lapas supaya yang dua orang ini bisa diberikan sanksi. Apakah itu sanksi administratif atau sanksi kode etik dan sebagainya,” kata Christian, kepada wartawan, Selasa (6/10/2026).
Christian menyebutkan keduanya juga telah dilakukan pemeriksaan urine. Namun, diketahui bahwa hasilnya negatif.
“Sudah tes urine, negatif. Tapi kami akan melakukan pemeriksaan secara mendalam dari mana asal sabu tersebut,” ucapnya.
Meskipun keduanya negatif menggunakan narkotika, Christian menerangkan bahwa oknum tersebut berperan sebagai penyedia sabu ke para narapidana yang pesta sabu.
Hingga saat ini pihak kepolisian masih melakukan pendalaman asal sabu yang didapati tersebut.
“Dua orang ini mereka ini berdua ini hanya menyediakan sabu dan menyediakan alat musik, seperti itu,” terang Christian.
Sebelumnya diberitakan, media sosial dihebohkan dengan adanya peredaran video yang memperlihatkan sejumlah pria asyik pesta berjoget diiringi alunan musik keras di dalam sebuah ruangan.
Salah satu di antaranya tampak menggenggam botol yang diduga kuat sebagai bong atau alat hisap sabu.
Meski awalnya dinarasikan bertempat di Lapas Depok, pihak Rutan Depok mengonfirmasi bahwa pesta terlarang tersebut faktanya berlangsung di fasilitas mereka.
Menyikapi viralnya rekaman visual tersebut, pimpinan Rutan Depok langsung menginstruksikan investigasi mendalam untuk mengidentifikasi ruangan serta pihak-pihak yang terekam kamera.
"Memang berada di Rutan Depok," kata Kepala Rutan Depok Ario Galih Maduseno kepada wartawan, dikutip Senin (5/10/26).
Berdasarkan hasil penelusuran internal, bilik tahanan tersebut ternyata berstatus kamar hunian padat yang ditempati oleh puluhan orang.