- tvOnenews.com/Wildan Mustofa
Guru SMKN 27 Jakarta Diduga Lecehkan Muridnya Berstatus ASN PPPK, Pemeriksaan Tentukan Tingkat Kesalahan dan Sanksi
Jakarta, tvOnenews.com - Seorang guru di SMKN 27 Jakarta diduga melecehkan muridnya. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta Nahdiana mengatakan guru tersebut berstatus aparatur sipil negara Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (ASN PPPK).
Saat ini, guru tersebut dibebastugaskan dari sekolah. Bersamaan dengan itu, proses pemeriksaan dilakukan.
"Jadi guru itu sejak Rabu (7/10/2026) sudah tidak di sekolah lagi, sudah dibebastugaskan sebagai pengajar dulu di sekolah," ujarnya, Kamis (8/10/2026).
Proses pemeriksaan terhadap yang bersangkutan melibatkan sejumlah pihak antara lain Dinas Pendidikan, unsur kepegawaian, bagian hukum, dan Inspektorat.
Nantinya, sejumlah pihak yang memeriksa akan menentukan tingkat kesalahan dan sanksi yang akan dijatuhkan kepada guru tersebut.
"Untuk pemecatan dan lain-lain, penjatuhan proses sanksi itu kami membentuk tim. Jadi jatuh sanksi, klasifikasi hukuman, dan lainnya setelah tim ini juga proses paralel," ungkapnya.
Nahdiana mengatakan pihaknya berupaya mempercepat pemeriksaan agar kasus tersebut menjadi terang benderang.
Di samping memproses oknum guru, Disdik DKI Jakarta turut menyiapkan pendampingan bagi siswa yang diduga menjadi korban.
Pendampingan ini, sambung dia, diperlukan untuk memastikan kondisi psikologis siswa tetap diperhatikan.
Selain itu, Nahdiana menyebut tim internal akan dibentuk untuk melakukan pendampingan sekaligus menggali informasi tambahan dari siswa.
Jika kasus tersebut masuk ranah pidana, maka Disdik DKI Jakarta akan mengikuti proses hukum yang berjalan.
Kesaksian Eks Murid Viral di Media Sosial
Sebelumnya viral di media sosial seorang guru seni di SMKN 27 Jakarta diduga melecehkan muridnya.
Salah satu murid yang pernah diajar olehnya menceritakan kisahnya lewat akunnya di media sosial @n*fs*ah*b.
Pemilik akun mengatakan oknum guru itu mengajar mata pelajaran seni budaya.
Menurut dia, oknum guru seni budaya itu sering memberikan hukuman fisik kepada murid yang tidak hafal materi pelajaran, misalnya suling dan pianika.
Selain itu, pemilik akun menyebut guru seni itu tidak melihat apakah murid itu laki-laki atau perempuan.
Eks murid ini mengaku pernah menjadi korban oknum guru tersebut. Dia juga pernah dicubit hingga kulitnya menjadi keungu-unguan.
"Setiap ada hafalan suling/pianika yang enggak hafal pokoknya kena cubitannya dia yang sampai keungu-unguan," tulisnya. (ant/nsi)