- ANTARA/Muhammad Baqir Idrus Alatas
Danantara Kejar Merger 4 BUMN Karya Rampung November 2026, Utang Rp34 Triliun Jadi Sorotan
Langkah tersebut menjadi bagian dari agenda konsolidasi BUMN Karya yang sebelumnya telah diarahkan Danantara. Pada awal Oktober, Dony juga menyebut empat perusahaan tersebut akan didahulukan karena proses penggabungannya relatif lebih mudah dibandingkan perusahaan yang membutuhkan restrukturisasi lebih dalam.
Bukan Sekadar Merger, Aset Non-Core Akan Dijual untuk Pangkas Utang
Merger bukan menjadi tahap akhir dari penataan tersebut. Setelah penggabungan selesai, pemerintah akan melanjutkan proses penyehatan melalui divestasi atau pelepasan aset-aset yang tidak berhubungan langsung dengan bisnis inti.
Hasil dari pelepasan aset tersebut nantinya diarahkan untuk mengurangi sisa utang operasional. Setelah beban tersebut ditekan, perusahaan akan memasuki tahap restrukturisasi utang final yang disesuaikan dengan kemampuan pembayaran masing-masing entitas.
Dengan demikian, konsolidasi BUMN Karya tidak hanya menyangkut perubahan struktur perusahaan. Pemerintah juga ingin memperbaiki kondisi keuangan dan memastikan masalah yang sama tidak kembali muncul setelah merger.
“Jadi, satu per satu perusahaan itu kita selesaikan secara baik karena saya tidak mau setelah hari ini cuman dipoles-poles, kemudian nanti menjadi problem lagi nah kita perbaikan itu harus fundamental harus benar-benar,” ungkap Dony.
Pendekatan tersebut menjadi penting karena persoalan BUMN Karya tidak sepenuhnya sama. Ada perusahaan yang dinilai relatif lebih mudah dikonsolidasikan, sementara perusahaan lain masih menghadapi persoalan utang dan aset yang membutuhkan penanganan lebih panjang.
Dony menegaskan, pemerintah tidak ingin melakukan perbaikan secara setengah-setengah.
“Kita mesti betul-betul melihat mesti diapain perusahaan ini, karena arah dari Pak Presiden sekali kita melakukan perbaikan itu harus tuntas. Kita enggak mau setengah-setengah hanya poles-poles, enggak ada gunanya. Ini yang agak memakan waktu,” kata dia.
WIKA dan Waskita Masih Hadapi Persoalan Lebih Kompleks
Setelah empat BUMN Karya tersebut dikonsolidasikan, perhatian pemerintah masih akan tertuju pada tiga perusahaan lain, yakni PT Hutama Karya (Persero), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA, dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk.
Namun, pendekatan terhadap ketiganya tidak bisa disamakan. Hutama Karya disebut relatif lebih sehat, sedangkan WIKA dan Waskita masih membutuhkan restrukturisasi yang lebih kompleks.