- ANTARA/Muhammad Baqir Idrus Alatas
Danantara Kejar Merger 4 BUMN Karya Rampung November 2026, Utang Rp34 Triliun Jadi Sorotan
Pada WIKA, salah satu persoalan terbesar adalah besarnya beban utang. Dony menyebut utang perusahaan tersebut mencapai sekitar Rp34 triliun, sementara aset atau underlying assets yang tersedia dinilai belum cukup untuk menurunkan beban tersebut.
“WIKA ini utangnya kan besar, tapi underlying-nya enggak cukup untuk menurunkan utang. Kurang lebih utang WIKA itu Rp34 triliun,” ujarnya.
Sementara itu, pemerintah masih mengkaji arah bisnis Waskita Karya. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah mengoptimalkan portofolio jalan tol melalui Waskita Toll Road.
“Waskita itu dia punya aset jalan tol kan, Waskita Toll Road. Kita lagi melihat apakah nanti yang akan bertahan tolnya saja. Ini kan pertimbangannya enggak bisa asal-asalan,” kata Dony.
Dony menegaskan bahwa proses tersebut membutuhkan kajian satu per satu karena setiap perusahaan memiliki kondisi dan masa depan bisnis yang berbeda.
“Saya orangnya mesti teliti satu-satu, dilihat lagi future-nya akan kayak gimana dan sebagainya, tapi kalau yang empat (BUMN-BUMN Karya yang cenderung lebih sehat) relatifly mudah untuk kita lakukan (merger),” ucap COO Danantara.
Dengan target akhir November 2026, merger ADHI-PTPP dan Nindya Karya-Brantas Abipraya menjadi tahap awal dari restrukturisasi lebih luas terhadap BUMN Karya.
Tantangan berikutnya bukan sekadar menyelesaikan merger, melainkan memastikan konsolidasi tersebut benar-benar menghasilkan perusahaan yang lebih sehat, memiliki struktur bisnis yang jelas, dan mampu mengelola beban utangnya secara berkelanjutan. (udn)