news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Erupsi Gunung Anak Krakatau..
Sumber :
  • Antara

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali Jumat Petang, Nelayan Selat Sunda Dilarang Mendekat Radius 2 Km

Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang berada di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, kembali melonjak. Gunung api aktif tersebut dilaporkan -
Jumat, 9 Oktober 2026 - 22:34 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com – Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang berada di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, kembali melonjak.

Gunung api aktif tersebut dilaporkan mengalami erupsi sebanyak dua kali berturut-turut pada Jumat (9/10/2026) petang.

Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau di Hargopancuran, Suwarno, mengonfirmasi bahwa letusan terjadi pada pukul 18.28 WIB dan disusul erupsi kedua pada pukul 18.34 WIB.

"Telah terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau, Lampung Selatan, pada 9 Oktober 2026 pukul 18.28 WIB dan 18.34 WIB. Tinggi kolom erupsi tidak teramati," ungkap Suwarno, Jumat (9/10/2026).

Ilustrasi - Gunung Anak Krakatau.
Sumber :
  • Antara

Status Level II Waspada: Zona Bahaya 2 Kilometer

Saat ini status Gunung Anak Krakatau masih bertahan pada Level II (Waspada).

Petugas mengimbau keras masyarakat, wisatawan, maupun nelayan untuk tidak mendekati atau melakukan aktivitas apa pun dalam radius aman 2 kilometer dari kawah aktif.

Tim ahli terus melakukan pengamatan visual dan instrumental secara intensif selama 24 jam penuh guna memantau pergerakan magma serta mengantisipasi potensi bahaya susulan.

"Hasil pengamatan menjadi dasar dalam menentukan langkah mitigasi serta mengantisipasi potensi bahaya yang dapat ditimbulkan oleh aktivitas vulkanik," jelasnya.

Imbauan Peringatan untuk Nelayan Selat Sunda

Suwarno mengingatkan para nelayan yang menggantungkan hidup di perairan Selat Sunda agar meningkatkan kewaspadaan ekstra, selalu memperbarui informasi cuaca, serta memantau perkembangan resmi sebelum memutuskan melaut.

Pihak pos pantau juga meminta warga sekitar pesisir Lampung dan Banten agar tetap tenang serta tidak mudah terprovokasi oleh isu atau kabar burung yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

"Kami berharap kepatuhan terhadap rekomendasi keselamatan dan pemantauan informasi secara berkala dapat mengurangi risiko bencana serta menjaga keselamatan masyarakat," tegasnya.

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:50
02:47
06:54
06:16
06:20
07:15

Viral