News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Gunung Marapi di Sumatera Barat Erupsi, Abu Vulkanik Menyebar di Daerah Sungai Pua

Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali erupsi pada 7 November 2026 pukul 09.55 WIB. Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Marapi masih berada pada Level II (Waspada).
Sabtu, 7 November 2026 - 14:29 WIB
Gunung Marapi erupsi, Sabtu (7/11/2026)
Sumber :
  • Al Fatah-Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali erupsi pada 7 November 2026 pukul 09.55 WIB.

Sebaran abu vulkaniknya tampak menyebar di daerah Nagari Sariak, Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Ahmad Rifandi mencatat erupsi berdurasi sekitar 48 detik dengan amplitudo maksimum 15,6 mm.

"Tinggi kolom abu akibat erupsi tersebut tidak teramati dari pos pengamatan. Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Marapi masih berada pada Level II (Waspada)," ujarnya, (7/11/2026).

Sebelumnya, sejumlah rekomendasi bagi masyarakat telah dikeluarkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk mengantisipasi dampak dari aktivitas vulkanik.

Rekomendasi itu di antaranya masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat erupsi (Kawah Verbeek).

Selain itu, masyarakat yang bermukim di sekitar lembah, aliran, hingga bantaran sungai yang berhulu dari puncak Gunung Marapi diminta tetap waspada terhadap potensi ancaman lahar.

PVMBG juga merekomendasikan agar masyarakat tidak mudah percaya dengan berita-berita yang belum terverifikasi.

"Masyarakat diminta selalu mengacu pada arahan resmi dari Pemerintah Daerah setempat terdampak, yaitu Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam," terangnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Terpisah, menurut Ketua Kampung Siaga Bencana Sariak Ismail Damar, material abu menutupi sebagian besar lahan pertanian dan kebun milik warga.

Sementara itu, Wali Jorong daerah setempat Ismail mengatakan dirinya lebih memilih berlindung di dalam pondok untuk menghindari paparan abu vulkanik. (ant/nsi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Harris Arthur Hedar Lantik Empat DPD, Tegaskan Advokat Harus Membela Keadilan

Harris Arthur Hedar Lantik Empat DPD, Tegaskan Advokat Harus Membela Keadilan

Demi memperkuat supremasi hukum.
Pemuda di Garut Tewas Dianiaya hingga Ditusuk Pelaku, Ternyata Penyebabnya karena Makanan Asin

Pemuda di Garut Tewas Dianiaya hingga Ditusuk Pelaku, Ternyata Penyebabnya karena Makanan Asin

Polres Garut melakukan pendalaman untuk mengetahui lebih jelas motif dari kasus penganiayaan yang menewaskan korban karena mengalami luka tusukan senjata tajam di tiga bagian tubuhnya.
Alasan AFC Resmi Pindahkan Venue Timnas Indonesia U-17

Alasan AFC Resmi Pindahkan Venue Timnas Indonesia U-17

AFC mengumumkan perubahan venue pertandingan pada Jumat (6/11/2026) atau dua hari jelang kick off Grup A Kualifikasi Piala Asia U-17 yang akan dimulai pada Minggu (8/11/2026). 
Penyataan Lengkap Pengacara Ruben Onsu soal Kliennya Didemo, Singgung Siap Proses Hukum

Penyataan Lengkap Pengacara Ruben Onsu soal Kliennya Didemo, Singgung Siap Proses Hukum

Artis Ruben Onsu tengah menjadi sorotan publik, karena beberapa waktu lalu didemo dan diserukan boikot. Pengacara pun menegaskan segera menindak tegas.
AFC Resmi Rombak Venue, Ini Update Jadwal Timnas Indonesia U-17 di Kualifikasi Piala Asia 

AFC Resmi Rombak Venue, Ini Update Jadwal Timnas Indonesia U-17 di Kualifikasi Piala Asia 

Grup A Kualifikasi Piala Asia U-17 2027 akan digelar dengan Myanmar sebagai tuan rumah. Dalam grup ini terdapat lima tim yakni Myanmar, Timnas Indonesia U-17, Afghanistan, Filipina, dan Kamboja. 
Kevin Diks Ungkap Penyebab Borussia Monchengladbach Kalah dari Hamburg, Singgung Kartu Merah Rekan Setim

Kevin Diks Ungkap Penyebab Borussia Monchengladbach Kalah dari Hamburg, Singgung Kartu Merah Rekan Setim

Kevin Diks menilai kartu merah Ko Itakura membuat Monchengladbach kesulitan melawan Hamburg hingga kalah 1-3. Ia juga menyoroti dua gol jarak jauh lawan itu.

Trending

Apa Itu KidZania yang Viral usai Unggahan Ria Ricis di Lokasi Karhutla Tuai Kritik?

Apa Itu KidZania yang Viral usai Unggahan Ria Ricis di Lokasi Karhutla Tuai Kritik?

Apa itu KidZania yang viral usai unggahan Ria Ricis di lokasi karhutla tuai kritik?
Viral Istri Kades Karanganyar Akui Skandal 'Hubungan Terlarang' dengan Anggota DPRD Rembang: Itu Bukan Dugaan, Itu adalah Fakta

Viral Istri Kades Karanganyar Akui Skandal 'Hubungan Terlarang' dengan Anggota DPRD Rembang: Itu Bukan Dugaan, Itu adalah Fakta

Viral istri Kades di Rembang diduga berzina dengan anggota DPRD berinisial W. Zayyana Ilma mengakui hubungan tersebut, sementara laporan telah masuk ke polisi
Deretan Profesi PPPK Paruh Waktu yang Statusnya Diubah Menjadi P3K Penuh Waktu per 1 Januari 2027

Deretan Profesi PPPK Paruh Waktu yang Statusnya Diubah Menjadi P3K Penuh Waktu per 1 Januari 2027

Kebijakan perubahan status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu menjadi P3K penuh waktu mulai 1 Januari 2027, dari profesi guru hingga profesi lainnya.
5 Poin Pernyataan SD Labschool Cibubur soal Dugaan Bullying oleh Anak 6 Tahun yang Viral di Threads

5 Poin Pernyataan SD Labschool Cibubur soal Dugaan Bullying oleh Anak 6 Tahun yang Viral di Threads

Inilah lima poin pernyataan SD Labschool Cibubur soal dugaan bullying yang viral di media sosial Threads. Pihak sekolah menyebut setiap kejadian yang melibatkan siswa perlu mendapat perhatian serius.
Fakta-Fakta Kasus Rudapaksa Mahasiswi Jember yang Diintai dari Plafon Kamar: Pelaku Buruh Tani Warga Wuluhan hingga Simpan Motor 200 Meter dari TKP

Fakta-Fakta Kasus Rudapaksa Mahasiswi Jember yang Diintai dari Plafon Kamar: Pelaku Buruh Tani Warga Wuluhan hingga Simpan Motor 200 Meter dari TKP

Inilah deretan fakta kasus rudapaksa mahasiswi Jember yang belakangan ini viral di media sosial. Dalam kasus ini, pelaku merupakan pria berinisial MFR (28). MFR merupakan warga Kecamatan Wuluhan yang berdomisili di Desa Pontang, Kecamatan Ambulu.
Berawal Diduga Berbuat Tak Senonoh Berujung Tabrak Polisi di Tol Serang, Sepasang Kekasih Kini Jadi Tersangka

Berawal Diduga Berbuat Tak Senonoh Berujung Tabrak Polisi di Tol Serang, Sepasang Kekasih Kini Jadi Tersangka

Sepasang kekasih berinisial ED dan AM ditangkap dan menjadi tersangka akibat dugaan perbuatan asusila berujung tabrak lari polisi PJR di Tol Serang-Panimbang.
Viral Dugaan Bullying oleh Anak 6 Tahun yang Korbannya 16 Orang, SD Labschool Cibubur Tingkatkan Pengawasan dan Pemantauan Interaksi Antarsiswa

Viral Dugaan Bullying oleh Anak 6 Tahun yang Korbannya 16 Orang, SD Labschool Cibubur Tingkatkan Pengawasan dan Pemantauan Interaksi Antarsiswa

Menanggapi berbagai informasi dan opini yang berkembang di masyarakat maupun media sosial terkait kejadian antarsiswa di lingkungan SD Labschool Cibubur, pihak sekolah menyampaikan keprihatinan atas situasi yang terjadi serta memahami perhatian dan kekhawatiran yang dirasakan oleh para orang tua.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT