- Saudi Ministry of Media/Handout via Reuters
Bandara di Riyadh Diserang Houthi, Kemenhaj Buka Suara Soal Nasib Calon Jemaah Umrah Indonesia
Jakarta, tvOnenews.com - Situasi mencekam melanda kawasan ibu kota Arab Saudi usai serangan kelompok Houthi menargetkan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh pada Sabtu (10/10).
Aksi tersebut menelan korban jiwa, melukai ratusan orang, dan melumpuhkan aktivitas penerbangan komersial di bandara utama tersebut.
Berdasarkan keterangan Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi, peristiwa tersebut mengakibatkan 12 orang meninggal dunia dan setidaknya 309 orang lainnya menderita luka-luka.
Insiden berdarah ini pun memaksa pihak otoritas segera menghentikan sementara operasional bandara demi alasan keselamatan.
Peristiwa ini sontak memicu kekhawatiran publik di Indonesia, mengingat bandara tersebut kerap menjadi salah satu pintu transit penerbangan jemaah umrah.
Merespons kondisi darurat tersebut, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI langsung melakukan langkah penelusuran cepat.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI, Ichsan Marsha, menegaskan bahwa keselamatan warga Indonesia di kawasan konflik menjadi fokus perhatian nomor satu pemerintah saat ini.
"Menyikapi perkembangan situasi keamanan di Timur Tengah, keselamatan jemaah umrah Indonesia menjadi prioritas kami Kementerian Haji dan Umrah," tegas Ichsan, dikutip dari video unggahan akun resmi Instagram Kemenhaj, Senin (12/10).
Dari pengecekan sistem data kementerian, tercatat memang ada puluhan jemaah yang masuk dalam manifest perjalanan melalui bandara terdampak.
"Berdasarkan data yang telah terdaftar di sistem kami hingga Ahad, 11 Oktober 2026, total ada 37 jemaah yang berangkat dan pulang melalui King Khalid International Airport, Riyadh," bebernya.
Kendati puluhan jemaah tercatat berada pada rute bandara tersebut, Ichsan memastikan seluruhnya berada dalam kondisi aman berkat koordinasi intensif bersama perwakilan diplomatik di Arab Saudi.
"Dan berdasarkan komunikasi yang kami jalin baik bersama Kementerian Luar Negeri serta KBRI Riyadh, Alhamdulillah tidak ada jemaah umrah yang menjadi korban dalam serangan tersebut," ucap Ichsan lega.
Menyikapi eskalasi keamanan yang masih bergejolak, Kemenhaj mengeluarkan peringatan penting bagi jemaah yang saat ini masih menunaikan ibadah di Tanah Suci.
"Kami juga mengimbau jemaah yang berada di Arab Saudi untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan.
Fokus pada dua lokasi ibadah di Makkah dan Madinah, batasi perjalanan yang tidak mendesak, serta patuhi arahan otoritas setempat dan hindari lokasi yang berpotensi rawan. Pastikan selalu berkoordinasi dengan pihak travel," tuturnya.