news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Polisi tengah mendalami dugaan tindak pidana penganiayaan dan pengeroyokan buntut aksi penyalaan petasan dalam peringatan Maulid Nabi di Pondok Pinang, Jakarta Selatan..
Sumber :
  • Antara

Saksi Mulai Diperiksa dan Bukti Dikumpulkan, Polisi Bongkar Progres Kasus Petasan Acara Maulid Nabi Berujung Ricuh di Jaksel

Polisi tengah mendalami dugaan tindak pidana penganiayaan dan pengeroyokan buntut aksi penyalaan petasan dalam peringatan Maulid Nabi di Pondok Pinang, Jakarta Selatan. 
Rabu, 14 Oktober 2026 - 04:48 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Polisi tengah mendalami dugaan tindak pidana penganiayaan dan pengeroyokan buntut aksi penyalaan petasan serta kembang api tanpa henti selama hampir satu jam dalam peringatan Maulid Nabi di Jalan Keramat 2, Pondok Pinang, Jakarta Selatan. 

Sejumlah saksi telah dimintai keterangan dan bukti-bukti di lapangan mulai dikumpulkan.

"Saat ini sedang ditangani, dilakukan penyelidikan, pemeriksaan beberapa keterangan saksi dan barang bukti, juga melakukan pengecekan olah tempat kejadian peristiwa," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto di Jakarta, Selasa (13/10).

Budi membenarkan bahwa peristiwa tersebut telah resmi bergulir ke ranah hukum setelah dilaporkan langsung oleh korban berinisial LK ke jajaran Polres Metro Jakarta Selatan.

"Laporan dugaan pengeroyokan dan atau penganiayaan berdasarkan LP/B/4008 tanggal 5 Oktober 2024 atas pelapor saudari LK. Peristiwa terjadi 4 Oktober 2024 sekira pukul 12.45 WIB di daerah Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan," ujar Budi.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun polisi, aksi kekerasan fisik bermula ketika korban datang ke lokasi kegiatan untuk meminta penjelasan mengenai bisingnya suara petasan yang dibakar secara masif.

"Berdasarkan keterangan pelapor, kejadian bermula saat yang bersangkutan mempertanyakan suara petasan dari lokasi kegiatan. Pelapor kemudian mengaku mengalami tindakan kekerasan oleh sejumlah orang," tutur Budi.

Sebelumnya, jeritan hati diungkapkan oleh salah seorang warga setempat, Amanda Andono (50). 

Ia mengeluhkan kerasnya dentuman petasan dan kembang api pada perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW serta acara haul tersebut karena berdampak fatal bagi kesehatan putranya yang menyandang kebutuhan khusus.

"Anak saya sampai bangun. Anak saya sampai sampai kaget dan kejang. Saya cuma mikirnya anak dan orang tua saya aja," kata warga bernama Amanda Andono (50) kepada wartawan di Jakarta, Senin.

Amanda menuturkan, kebisingan yang timbul bukan berasal dari letupan kembang api biasa, melainkan ledakan dahsyat yang menggelegar secara terus-menerus.

“Ini benar-benar dentuman. Tidak selesai-selesai,” ujar Amanda.

Kerasnya getaran suara itu membuat anaknya yang sangat rentan terhadap kegaduhan mendadak bangun, panik, hingga mengalami kejang. 

Amanda juga diliputi kekhawatiran mendalam terhadap kondisi sang ibu yang telah menginjak usia 76 tahun. Karena ledakan tak kunjung mereda, Amanda nekat mendatangi lokasi acara di menit ke-15.

"Sampai di menit ke-15, belum juga berhenti. Jadi, akhirnya saya langsung keluar, tuh. Saya langsung keluar, saya enggak peduli ini mau gimana-bagaimana, tapi ini enggak bener," ucap Amanda.

Nahas, upayanya mencari penanggung jawab acara justru disambut perlakuan kasar. Amanda mengaku ditarik dan didorong oleh sejumlah orang, bahkan wajahnya sempat disembur air seraya dipaksa meninggalkan tempat.

Ketegangan semakin tak terkendali ketika kerumunan orang mulai mendekatinya. Sang putra yang berupaya pasang badan melindungi ibunya turut menderita luka cakaran di bagian tangan akibat menahan serangan massa.

Amanda menegaskan, semestinya penyelenggara acara memiliki tenggang rasa terhadap lingkungan permukiman yang turut ditinggali anak-anak, bayi, lansia, maupun warga dengan kondisi medis rentan. 

Kekesalan serupa turut ia luapkan di media sosial melalui akun Threads miliknya, @amandaandono, yang menceritakan rasa takut dan kejang yang dialami putranya hingga menuai simpati publik luas. (ant/dpi)


 

 
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:50
02:47
06:54
06:16
06:20
07:15

Viral