news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Konferensi pers BNPB di Kemenkopolkam, Rabu (14/10/2026).
Sumber :
  • Adinda Ratna Safira-tvOne

Soal Karhutla, BNPB Sebut Masih Ada 663 Hektare Lahan Gambut Terbakar di Kalimantan Tengah hingga Sumatera Selatan

BNPB mengungkapkan saat ini terdapat dua titik prioritas di wilayah Sumatera dan Kalimantan yang menjadi pusat penanganan Karhutla. Saat ini tercatat ada sebanyak 663 hektare lahan gambut yang masih terbakar.
Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:25 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan saat ini terdapat dua titik prioritas di wilayah Sumatera dan Kalimantan yang menjadi pusat penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan mengatakan saat ini tercatat ada sebanyak 663 hektare lahan gambut yang masih terbakar.

“Jadi per hari kemarin, hari ini kami laporkan bahwa ada 663 hektare lahan gambut yang saat ini terbakar,” kata Berton di Kemenkopolkam, Rabu (14/10/2026).

Berton menjelaskan dua provinsi yang menjadi titik prioritas, yakni di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan.

Terdapat 7,8 hektare lahan gambut yang masih dalam penanganan di wilayah Kalimantan Tengah.

“Namun, ada Taman Nasional Tanjung Puting ini menjadi perhatian juga dan ini relatif sangat luas, 513 hektare. Kemudian di Sumatera Selatan itu ada sekitar hampir 50 hektare,” ucapnya.

Terdapat titik prioritas lainnya, yaitu di wilayah Kalimantan Selatan dan Jambi yang masih ada 74,5 hektare lahan yang terbakar.

“Sementara di Riau saat ini tidak ditemukan lagi titik api dan sudah tidak ada lagi yang dilaporkan kepada kami ada titik api dan lahan terbakar,” ungkap Berton.

Berton menyebutkan, dalam penanganan Karhutla ini, BNPB telah melakukan dua upaya penanganan, yaitu operasi darat dan operasi udara.

“Setiap provinsi kita deploy personel yang memadai dan kami mendapatkan laporan bahwa tidak ada masalah dengan jumlah ini. Kemudian tentu peralatan juga kami berikan. Kami bisa sampaikan bahwa lebih dari 80% dari hasil yang kami dapatkan bahwa hasil laporan dari masing-masing provinsi untuk kekuatan personil dan peralatan yang saat ini tergelar sudah cukup memadai dengan hasil capaian pemadaman lahan terbakar yang baru setiap hari mencapai rata-rata di atas 80% dari luas lahan terbakar,” terang Berton.

Kemudian, kata dia, penanganan melalui operasi udara dilakukan melalui water bombing maupun TMC.

“Kalau kemarin, dua hari yang lalu, jumlah pesawat helikopter ada 48, saat ini ada sebanyak 49 dan ini tidak statis di provinsi ini, misalnya Kalimantan Barat ada 10. Kalau dibutuhkan di Kalimantan Tengah atau Kalimantan Selatan, ini akan beroperasi. Mengingat misalnya di Kalimantan Tengah tidak ada, low visibility, jarak pandang sangat rendah, jadi beberapa bagian dari Kalimantan Barat bisa ke Kalimantan Tengah untuk menyebarkan water bombing ataupun kalau ada TMC. Jadi sangat dinamis sekali. Reposisi ini bisa terjadi anytime, kapan saja, di antarprovinsi,” jelasnya. (ars/nsi)

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:50
02:47
06:54
06:16
06:20
07:15

Viral