news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kabar duka menyelimuti penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur..
Sumber :
  • Antara

Detik-Detik Enam Petugas Terkepung Kobaran Api Karhutla di Gunung Bromo, Empat Orang Tak Selamat

Kabar duka menyelimuti penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. 
Jumat, 16 Oktober 2026 - 00:23 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Kabar duka menyelimuti penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. 

Jumlah relawan dan petugas pemadam yang gugur akibat terkepung kobaran api kini bertambah menjadi empat orang, setelah sebelumnya dilaporkan tiga korban meninggal dunia.

Para korban yang tutup usia terdiri atas tiga personel Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), yakni Sukaris, Wisnu Yuda Pratama, dan Hendra Rony. 

Sementara satu korban lainnya merupakan staf hotel Artotel Bromo atas nama Sefriel Ardiansyah. Di samping korban tewas, dua orang mengalami luka bakar parah dan harus dirujuk ke RSUD dr Soetomo Surabaya, yakni Munawi dan Suraji.

"Tiga korban meninggal dunia di lokasi kejadian saat memadamkan kebakaran dan satu korban meninggal saat dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tongas," kata Bupati Probolinggo Muhammad Haris dalam konferensi pers yang digelar di RSUD Tongas, Kamis (15/10) malam.

Haris menuturkan, dua korban selamat saat ini membutuhkan perawatan intensif tingkat lanjut di Surabaya akibat luka bakar serius yang mereka derita.

"Mudah-mudahan kedua relawan tersebut dapat ditangani dengan baik dan kondisinya bisa membaik. Pengobatan sepenuhnya akan ditanggung Pemkab Probolinggo dan tentunya berkoordinasi dengan pihak TNBTS," tuturnya.

Ia menambahkan, rentetan kebakaran di kawasan konservasi TNBTS sebenarnya merupakan kejadian rutin yang hampir setiap tahun terjadi. 

Kendati demikian, peristiwa kali ini menjadi insiden paling kelam lantaran baru pertama kalinya merenggut nyawa para petugas di lapangan.

"Kami mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas nama pribadi dan Pemkab Probolinggo untuk relawan yang meninggal dunia saat bertugas memadamkan kebakaran di Gunung Bromo," katanya.

Terkait pemicu petaka tersebut, Haris memaparkan bahwa operasi pemadaman sejatinya diawali oleh regu yang terdiri atas 12 personel sesuai prosedur standar operasional (SOP). 

Namun, eskalasi api yang kian melebar memaksa tim terbagi menjadi beberapa kelompok. 

Keadaan berubah genting seketika saat tiupan angin berbelok arah secara mendadak dan amat kencang, mengakibatkan enam orang di antaranya terjebak di tengah kepungan kobaran api.

"Selama ini penanganan karhutla dilakukan dengan cermat dan baik, bahkan Kepala BNPB juga turun ke kawasan Bromo untuk memastikan penanganan karhutla dengan memprioritaskan keselamatan petugas yang memadamkan karhutla," ujarnya. (ant/dpi)


 

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:50
02:47
06:54
06:16
06:20
07:15

Viral