- tvOnenews.com
Mirjawal: Dokter Hewan Ikut Menjaga Pangan Aman dan Kesehatan Keluarga
Jakarta, tvOnenews.com - Calon Ketua Umum Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PB PDHI) periode 2026–2030, drh. Mirjawal, M.M., menekankan pentingnya peran dokter hewan dalam menjaga keamanan pangan serta melindungi kesehatan masyarakat.
Menurutnya, tanggung jawab dokter hewan tidak hanya berkaitan dengan kesehatan hewan, tetapi juga mencakup pengawasan produk pangan seperti daging, susu, dan telur hingga pencegahan penyakit yang berpotensi menular kepada manusia.
Hal tersebut disampaikan Mirjawal dalam pembukaan Kongres PDHI ke-20 yang berlangsung di Balikpapan, Kamis (15/10/2026).
Mirjawal yang kini menjabat sebagai Ketua PDHI Cabang Jawa Barat V menilai kontribusi dokter hewan perlu terus ditingkatkan agar manfaat keahlian mereka semakin dirasakan masyarakat.
Salah satu langkah yang dianggap penting adalah membangun koordinasi lebih erat antara dokter hewan yang bekerja di berbagai lembaga pemerintahan dan daerah.
Ia menilai setiap dokter hewan memiliki pengalaman berbeda dalam menangani berbagai persoalan, mulai dari pendampingan peternak, pemeriksaan kesehatan ternak, hingga pengawasan keamanan produk pangan asal hewan.
Pengalaman tersebut dinilai dapat menjadi sumber pengetahuan bagi dokter hewan di daerah lain yang menghadapi tantangan serupa.
Dengan adanya pertukaran informasi, metode penanganan yang terbukti efektif di suatu wilayah bisa diterapkan atau disesuaikan dengan kondisi daerah lainnya.
Dalam pencalonannya sebagai Ketua Umum PB PDHI periode 2026–2030, Mirjawal mengusung tiga langkah strategis untuk memperkuat kontribusi profesi dokter hewan.
Langkah pertama adalah membentuk jaringan komunikasi yang lebih aktif antara dokter hewan dari berbagai instansi dan wilayah.
Melalui jaringan tersebut, para dokter hewan diharapkan dapat saling bertukar pengalaman, melakukan konsultasi, serta memperoleh dukungan keahlian ketika menghadapi persoalan di lapangan.
Langkah kedua adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui program pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
Materi pelatihan tersebut meliputi penanganan penyakit hewan, pemeriksaan keamanan daging, susu, dan telur, hingga peningkatan kemampuan komunikasi dengan peternak, pelaku usaha, maupun pemilik hewan.
Sementara itu, langkah ketiga berfokus pada penyusunan rekomendasi berdasarkan berbagai persoalan yang ditemukan dokter hewan ketika menjalankan tugas.
Mirjawal ingin pengalaman langsung di lapangan dapat diolah menjadi masukan yang konkret bagi instansi terkait untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan pengawasan.
Sebagai contoh, ketika peternak mengalami persoalan kesehatan ternak, pengalaman dokter hewan dapat dimanfaatkan untuk merumuskan metode pendampingan yang lebih efektif.
Begitu pula dalam pengawasan pangan asal hewan, hasil pemeriksaan di lapangan dapat menjadi dasar penyempurnaan prosedur sekaligus meningkatkan edukasi kepada pelaku usaha.
Dalam hal ini, PDHI diharapkan mampu menjadi wadah yang menghimpun pengalaman para anggotanya sebelum menyampaikannya kepada pihak terkait sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.
Mirjawal menegaskan bahwa keberhasilan sebuah program tidak cukup hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi juga dari manfaat nyata yang diterima masyarakat.
Ia berharap penguatan kolaborasi antardokter hewan dapat membuat peternak memperoleh pendampingan lebih optimal, masyarakat mendapatkan informasi yang akurat, serta penanganan penyakit hewan berlangsung lebih terkoordinasi.
Melalui langkah tersebut, Mirjawal ingin menjadikan profesi dokter hewan semakin berkontribusi dalam menjamin keamanan pangan, menjaga kesehatan ternak, serta mendukung perlindungan kesehatan keluarga Indonesia.