- Istimewa
Pemerintah Percepat Sambungan Listrik Gratis di Jabar, Target Naik Jadi 25 Ribu Rumah Tangga
Selain pemasangan baru, persoalan kualitas pasokan juga menjadi perhatian di Desa Muara Baru. Bahlil mengatakan, wilayah tersebut sebelumnya telah teraliri listrik, tetapi masih menghadapi tegangan rendah.
“Dulu wilayah Desa Muara Baru ini sudah ada listrik, tetapi tegangannya rendah sehingga arus yang masuk tidak maksimal. Melalui program Listrik Desa, kita lakukan penguatan infrastruktur kelistrikan agar pasokan daya menjadi lebih kuat dan optimal. Pemerintah memasang gardu trafo berkapasitas 50 kVA serta menambah tiang-tiang listrik baru,” ujar Bahlil.
Di desa tersebut, dukungan Lisdes tahun anggaran 2025 telah memberikan akses kelistrikan langsung kepada 93 rumah tangga.
Bahlil menegaskan, keterbatasan akses listrik masih ditemukan di Pulau Jawa, selain wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal atau 3T. Secara nasional, menurutnya, sekitar 11.000 desa serta jutaan rumah tangga masih membutuhkan intervensi program kelistrikan.
“Program BPBL difokuskan untuk bantuan sambungan rumah tangga, sedangkan program Listrik Desa diperuntukkan bagi desa yang belum memiliki jaringan listrik sama sekali. Secara bertahap dan agresif, Pemerintah akan terus menaikkan target sasaran setiap tahunnya demi memastikan seluruh masyarakat Indonesia menikmati terang listrik yang layak,” pungkas Bahlil. (muu)