- tvOnenews.com
Gubernur Sulteng Anwar Hafid Dorong Penataan Tambang Emas Buol
Tekankan Pentingnya Menjaga Kelestarian Lingkungan
Selain memperhatikan aspek ekonomi, Anwar Hafid turut menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dalam kegiatan pertambangan emas di Kabupaten Buol. Ia mengungkapkan adanya perubahan kondisi air sungai yang menjadi salah satu perhatian dalam upaya penataan tersebut.
Menurutnya, pengelolaan pertambangan perlu dilakukan secara terukur dengan memperhatikan dampak terhadap lingkungan sekitar. Dengan demikian, aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga keberlanjutan sumber daya alam.
Anwar juga mengajak Kapolres, Dandim, Bupati Buol, serta seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk bersama-sama mendukung penataan pertambangan. Koordinasi lintas sektor dinilai penting guna memastikan kegiatan pertambangan berlangsung sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Ia turut memberikan perhatian terhadap penggunaan alat berat dalam kegiatan pertambangan emas. Menurutnya, aktivitas dengan skala yang lebih besar membutuhkan pengawasan agar dampaknya terhadap lingkungan tetap dapat dikendalikan.
“Saya yakin kalau hanya masyarakat kita yang menggali, tidak akan merusak alam. Cuma kalau sudah 20 ekskavator di lokasi tambang emas, sudah lebih hebat dari nikel,” katanya.
Anwar berharap penataan tambang emas di Buol dapat menghasilkan keseimbangan antara peningkatan kesejahteraan masyarakat dan perlindungan lingkungan. Pemerintah daerah juga diharapkan dapat terus memberikan pendampingan agar masyarakat memiliki akses terhadap kegiatan pertambangan yang legal dan bertanggung jawab.
Ia menilai kegiatan pertambangan rakyat perlu mendapat perhatian melalui pendekatan yang mempertimbangkan skala usaha serta metode penambangan yang digunakan. Dengan pengelolaan yang tepat, potensi emas di Buol diharapkan dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat setempat.
“Saya kira perlu diperhatikan ini, biarkan kalau rakyat yang menambang, karena hanya menggunakan alat tradisional yang tidak akan merusak alam,” pungkasnya.