- Antara
Asap Karhutla Bisa Picu Gangguan Kesehatan, Kemenkes Ingatkan 4 Kelompok yang Paling Rentan
Anak-anak hingga Ibu Hamil Perlu Mendapat Perlindungan Ekstra
Tidak semua orang memiliki tingkat kerentanan yang sama terhadap pencemaran udara. Kemenkes mengidentifikasi empat kelompok yang memerlukan perhatian khusus ketika terpapar asap karhutla, yakni anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit pernapasan.
"Anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit pernapasan menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus," ujar Widyawati.
Anak-anak perlu dilindungi karena sistem tubuh mereka masih berkembang dan mereka dapat menghabiskan waktu untuk bermain atau beraktivitas di luar rumah. Sementara itu, lansia dan orang dengan gangguan pernapasan dapat lebih mudah mengalami masalah ketika kualitas udara memburuk.
Ibu hamil juga termasuk kelompok yang perlu berhati-hati terhadap paparan polusi udara. Mengurangi paparan yang tidak perlu menjadi langkah pencegahan yang masuk akal selama kondisi lingkungan belum membaik.
Perlindungan bagi kelompok rentan tidak hanya menjadi tanggung jawab individu. Keluarga dan lingkungan sekitar juga perlu membantu membatasi aktivitas luar ruangan, memastikan tempat tinggal memiliki ruang yang lebih terlindung dari asap, serta memperhatikan gejala yang muncul.
Apabila anggota keluarga mulai mengalami gangguan kesehatan, jangan menganggap keluhan tersebut sebagai dampak ringan yang pasti akan hilang dengan sendirinya. Kondisi tertentu membutuhkan pemeriksaan tenaga kesehatan, terutama jika gejalanya memburuk atau mengganggu aktivitas.
Empat Langkah Mengurangi Risiko Kesehatan Saat Asap Mengepung
Untuk mengurangi dampak paparan asap, Kemenkes mengimbau masyarakat melakukan sejumlah langkah pencegahan. Upaya tersebut berfokus pada pembatasan paparan, penggunaan perlindungan saat harus keluar rumah, pemeliharaan kesehatan, dan penanganan keluhan sedini mungkin.
Pertama, kurangi aktivitas di luar ruangan. Masyarakat disarankan membatasi kegiatan luar rumah, terutama ketika indikator kualitas udara menunjukkan kondisi tidak sehat. Aktivitas fisik berat di luar ruangan sebaiknya dihindari saat polusi meningkat karena dapat membuat seseorang menghirup lebih banyak udara.
Kedua, gunakan masker ketika terpaksa keluar. Masker yang sesuai, seperti respirator berstandar N95 atau KN95 jika tersedia dan digunakan dengan benar, dapat membantu mengurangi paparan partikel halus.