- Dok. Wantimpres
Profil dan Jejak Karier KSAD Subagyo HS yang Meninggal Dunia di Usia 80 Tahun
tvOnenews.com - Dunia militer dan politik Indonesia tengah berduka. Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) sekaligus tokoh militer senior, Jenderal TNI (Purn) Subagyo Hadi Siswoyo, dikabarkan meninggal dunia pada Senin (19/10/2026), di usia 80 tahun.
Kepergiannya meninggalkan jejak mendalam bagi perjalanan sejarah bangsa, khususnya di lingkungan TNI AD.
- Instagram @antonsuratto
Lahir di Piyungan, Bantul, Yogyakarta, pada 12 Juni 1946, Subagyo Hadi Siswoyo, yang akrab disapa Subagyo HS, menghabiskan masa kecilnya di tanah kelahiran sebelum memutuskan untuk mendaftar ke akademi militer.
Ia merupakan lulusan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) bagian darat di Magelang pada tahun 1970.
Mengawali kariernya sebagai perwira muda di usia 24 tahun, Subagyo menunjukkan dedikasi dan profesionalisme tinggi di berbagai penugasan militer maupun teritorial.
Namanya mulai melambung ketika ia terlibat dalam operasi pembebasan sandera pesawat Garuda Indonesia Flight 206 di Woyla, Don Mueang, Thailand, pada tahun 1981, yang diganjar dengan kenaikan pangkat istimewa.
Kariernya terus menanjak hingga ia dipercaya memimpin Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) sebagai Komandan Grup A di era kepemimpinan Presiden Soeharto.
Puncak Karier Militer dan Peran di Era Reformasi
- Dok. Dinas Sejarah TNI Angkatan Darat
Karier militer Subagyo mencapai puncak penting saat ia diangkat menjadi Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) pada periode 1994 hingga 1995.
Selepas memimpin korps baret merah tersebut, ia mengemban amanah sebagai Panglima Kodam IV/Diponegoro (1995–1997) dan Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Wakasad).
Pada 16 Februari 1998, Subagyo resmi dilantik sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) ke-20. Ia mencatat sejarah sebagai salah satu sedikit tokoh yang memegang kepemimpinan tertinggi di TNI AD di tengah transisi tiga masa kepresidenan yang berbeda, mulai dari era Soeharto, B.J. Habibie, hingga masa transisi reformasi.
Pada masa kepemimpinannya yang penuh tantangan, termasuk kemelut nasional tahun 1998, ia juga pernah ditunjuk sebagai Ketua Dewan Kehormatan Perwira (DKP) untuk memeriksa pelanggaran etik.
Pengabdian di Luar Militer dan Politik
- Istimewa
Setelah menuntaskan pengabdiannya di dunia militer, Subagyo aktif berkontribusi di bidang sosial dan politik. Ia pernah dipercaya menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) periode 1997–2001.
Di panggung politik, ia turut ambil bagian dalam mendirikan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) bersama Jenderal TNI (Purn) Wiranto pada tahun 2006.
Konsistensi dan integritasnya membuat almarhum kembali dipanggil untuk melayani negara. Pada 19 Januari 2015 hingga 20 Oktober 2019, Presiden Joko Widodo mengangkatnya sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).
Atas berbagai jasa dan dedikasinya, ia dianugerahi berbagai tanda kehormatan bergengsi, termasuk Bintang Republik Indonesia Utama.
Jenderal TNI (Purn) Subagyo Hadi Siswoyo akan selalu dikenang sebagai prajurit sejati yang mendedikasikan seluruh hidupnya bagi kedaulatan bangsa dan negara. (ism)