- Istimewa
Bukan Cuma Selongsong dan Senjata Tajam, Barang Ini Turut Diamankan saat Olah TKP Pembunuhan Bharatu Valdo
Jakarta, tvOnenews.com - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait insiden pembunuhan Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lawai atau Bharatu Valdo telah dilakukan.
Dalam insiden ini diketahui terduga pelakunya, yakni Bharada A. Adapun insiden pembunuhan terjadi di Markas Polairud Baharkam Polri, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, pada Jumat (16/10/2026).
“Kejadian Bharatu LFFL dengan Bharada AR terjadi di hari Jumat. Ini sudah dilakukan olah TKP, penanganan, serta penahanan terhadap tersangka,” ujar Budi, Selasa (20/10/2026).
Dari hasil olah TKP, Budi mengatakan pihaknya telah mengamankan barang bukti berupa senjata tajam hingga selongsong peluru. Selain itu, diamankan juga sejumlah barang pribadi.
- Istimewa
“Beberapa barang bukti, ada selongsong, ada senjata tajam, dan barang-barang milik pribadi,” jelasnya.
Hingga saat ini, Budi menyebut pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap tersangka, termasuk mengenai sidang etik yang akan dijalani.
“Sidang etiknya belum kan masih berproses,” ujar Budi.
Kuasa Hukum Keluarga Bharatu Valdo Buka Suara
Kuasa Hukum Keluarga Bharatu Valdo, Petrus Bala Pattyona, mengungkap hasil autopsi kliennya pascainsiden polisi bunuh polisi ini.
Petrus memaparkan berdasarkan hasil autopsi yang diterima dari RS Polri Kramat Jati, korban mengalami luka belah pada kepalanya.
“Jadi di kepala itu, maaf ya, terbelah. Ada foto-fotonya, Kemudian ada sabetan di leher sini, kemudian ada di lengan,” kata Petrus di Polda Metro Jaya, Senin (19/10/2026).
Petrus menerangkan hasil autopsi juga memperlihatkan adanya empat proyektil peluru yang bersarang di kepala korban.
“Ada empat peluru di dalam kepala korban. Kebetulan saat autopsi memang tim dari Rumah Sakit Kramat Jati yang berbaik hati bisa memberikan penjelasan bahwa di dalam kepala almarhum ada empat proyektilnya,” jelasnya.
Petrus menyebut senjata yang digunakan pelaku diketahui laras panjang dan sangkur. Menurut informasi yang didapatnya, senjata laras panjang tersebut masih ada tiga peluru di dalamnya.
Pihak keluarga, kata dia, berharap agar pihak kepolisian dapat mengungkap secara terang terkait motif yang terjadi.
“Harus diungkapkan dengan terang apa motivasinya ya. Kalau memang ada yang perlu diselesaikan secara internal di kepolisian kan harus dibicarakan. Jadi kita maunya segera diungkap sehingga keluarga bisa mengetahui bahwa apa menjadi motif kejadian ini,“ jelasnya. (ars/nsi)