- Antara
Bukan Kendaraan Politik Individu, Bahlil Sebut Golkar Lahir untuk Menjawab Tuntutan Bangsa
Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, meluruskan pemahaman mengenai esensi dasar berdirinya Partai Golkar.
Di sela-sela perayaan tasyakuran HUT ke-62 Partai Golkar di Jakarta, Selasa (20/10), Bahlil menegaskan bahwa partai berlambang pohon beringin tersebut tidak dibentuk sekadar sebagai kendaraan untuk mengantarkan ketua umumnya menduduki kursi kepresidenan maupun wakil presiden.
Menurut Bahlil, sejak berdiri pada 1964 dan pertama kali ikut dalam kontestasi pemilu pada 1971, belum pernah ada ketua umum Golkar yang melangkah menjadi Presiden RI.
Ia menekankan bahwa kehadiran Golkar sejak awal dirancang sebagai instrumen politik negara demi merealisasikan cita-cita bangsa.
"Partai Golkar didirikan untuk menjadi golongan penyeimbang dari partai politik sebenarnya dulu," ujar Bahlil.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini sempat menyinggung rekam jejak kepemimpinan Golkar.
Ia menyebut Soedharmono sebagai satu-satunya tokoh yang menjabat Ketua Umum Golkar saat menjadi Wakil Presiden RI ke-5.
Sementara itu, tokoh lain seperti Jusuf Kalla, baru menduduki kursi Ketua Umum Golkar setelah masa jabatannya sebagai Wakil Presiden berakhir.
Bahlil mengungkapkan bahwa doktrin utama partai adalah meningkatkan keterwakilan di parlemen serta memperjuangkan politik yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat luas.
Baginya, Golkar bukanlah organisasi yang lahir demi ambisi segelintir kelompok atau kepentingan keluarga tertentu.
"Partai Golkar lahir bukan atas dasar keinginan politik kelompok tertentu atau keluarga tertentu, tapi Partai Golkar lahir karena keinginan untuk menjawab sebuah tuntutan bangsa," tegas Bahlil.
Lebih lanjut, Bahlil memberikan penghormatan kepada para senior dan pendahulu partai atas kontribusi besar mereka dalam membangun fondasi Golkar hingga saat ini.
Ia berkomitmen untuk terus melanjutkan jejak dan nilai-nilai luhur yang telah ditanamkan oleh para pendiri partai.
"Dalam sejarah yang diajarkan oleh para senior, Golkar adalah sebuah partai yang lahir atas dasar respons kondisi bangsa waktu itu," pungkasnya. (ant/dpi)