news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi pembunuhan..
Sumber :
  • Antara

Kronologi Oknum Polisi Diduga Habisi Nyawa Ibu Kandung di Sungai Apit Riau, Sempat Ucap Korban sedang Tidur Nyenyak

Kasat Reskrim Polres Siak, Riau, AKP Raja Kosmos Parmulais mengungkap awal mula dugaan peristiwa pembunuhan ibu kandung oleh oknum polisi di Sungai Apit, Siak.
Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:41 WIB
Reporter:
Editor :

Pekanbaru, tvOnenews.com - Polda Riau menahan anggota Polri berinisial Brigadir WP (37), polisi yang bertugas di Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) setelah diduga melakukan pembunuhan ibu kandung sendiri, FH (64) di Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau pada Selasa (27/10/2026).

Kasat Reskrim Polres Siak, AKP Raja Kosmos Parmulais, menjelaskan kronologi terungkapnya dugaan pembunuhan yang dilakukan oleh oknum polisi tersebut. Peristiwa ini bermula dari gelagat mencurigakan yang ditunjukkan tersangka sebelum meninggalkan rumah.

Raja mengatakan, tersangka sempat menemui tetangganya yang kemudian menjadi saksi dalam kasus tersebut. Dalam kesempatan itu, Brigadir WP menyampaikan bahwa ibunya sedang tidur nyenyak.

"Saat itu pelaku yaitu WP ini keluar dari rumahnya dan menemui saksi. Dia menyampaikan kepada saksi oleh pelaku bahwa ibunya nyenyak," ujar Raja saat dihubungi tvOne, Kamis (29/10/2026).

Warga Curiga dengan Gelagat Oknum Polisi

Ia menuturkan, pernyataan WP justru membuat warga semakin curiga. Terlebih, pelaku terlihat terburu-buru ketika hendak meninggalkan rumah sekitar pukul 06.45 WIB.

Selain menyampaikan bahwa ibunya sedang tidur nyenyak, WP juga sempat mendatangi tetangga lainnya sebelum pergi dari lokasi. Saat itu, oknum polisi tersebut meminta uang tunai sebesar Rp50 ribu.

"Saksi kedua ini tidak memberikan uang kemudian memberikan Rp15 ribu. Jadi, tidak sesuai dengan permintaannya dan dia pergi dari rumah tersebut dengan membawa tas ransel," terangnya.

Sikap Asli Brigadir WP

Situasi tersebut semakin menimbulkan kekhawatiran warga terhadap kondisi FH yang berada di dalam rumah. Pasalnya, berdasarkan keterangan sejumlah tetangga, WP dikenal sebagai sosok yang temperamental.

"Ini menjadi kekhawatiran sebetulnya bagi para tetangga karena kebiasaannya ini yang sering marah-marah, mengamuk," tuturnya.

Lebih lanjut, WP disebut kerap mendapat nasihat dari pihak keluarga terkait perilakunya. Sebagai anggota kepolisian, ia juga diketahui sering meninggalkan rumah untuk bekerja. Oleh sebab itu, keluarga biasanya memastikan pintu rumah dalam keadaan terkunci ketika tersangka pergi.

Namun, saat kejadian, pintu rumah WP ternyata tidak tertutup rapat. Kondisi tersebut membuat warga berinisiatif memeriksa keadaan di dalam rumah.

Ketika masuk untuk memastikan kondisi penghuni rumah, Afrina, salah seorang saksi, terkejut mendapati FH terbaring telungkup dan sudah tidak bernyawa di atas kasur yang berada di ruang televisi.

Darah terlihat berceceran di sekitar tubuh dan pakaian korban. Temuan tersebut membuat para tetangga segera melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian.

Warga kemudian menyampaikan laporan dugaan pembunuhan tersebut ke Polsek Sungai Apit. Sejumlah personel kepolisian, mulai dari Kasi Propam hingga Kapolsek setempat, langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Setelah itu, polisi melakukan pemeriksaan awal dan mengumpulkan sejumlah barang bukti. Petugas juga meminta keterangan dari beberapa saksi guna mendalami peristiwa tersebut.

Di tengah proses penanganan awal, polisi mulai mencari keberadaan WP setelah memperoleh informasi dari seorang sopir travel mengenai lokasi pria tersebut.

Sopir travel itu mengaku melihat WP di sekitar Jalan Hang Tuah, Kelurahan Sungai Apit, sekitar pukul 07.30 WIB.

"Kami mengamankan WP dan membawa ke Mapolsek Sungai Apit untuk menjalani pemeriksaan," jelasnya.

Diduga Idap Riwayat Skizofrenia

Raja kemudian turut menjelaskan dugaan bahwa Brigadir WP memiliki riwayat gangguan kejiwaan berupa skizofrenia sejak awal bertugas di Polda Riau.

Berdasarkan catatan Bidang Dokkes Polda Riau, kondisi tersebut telah tercatat sejak WP berpindah tugas dari Mabes Polri pada 2019.

Selain itu, Brigadir WP juga pernah menjalani perawatan kejiwaan. Catatan medis menunjukkan bahwa pemeriksaan terakhirnya di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) berlangsung pada Oktober 2023.

Meski demikian, Raja tidak ingin terburu-buru menyimpulkan kondisi kejiwaan tersangka. Pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari dokter spesialis.

"Kita sudah memintakan secara resmi kepada Biddokes juga untuk melakukan observasi kejiwaan dan pihak dokter spesialis ini akan melakukan pemeriksaan," tukasnya.

(hap)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:21
14:13
09:50
04:54
08:02
14:03

Viral