- ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden/aa
Prabowo Ingatkan Sumpah Pemuda kepada Siswa Taruna Nusantara: Mengapa Sejarah Penting bagi Generasi Muda
tvOnenews.com - Semangat Sumpah Pemuda tidak cukup hanya dikenang melalui upacara atau peringatan setiap 28 Oktober. Ikrar satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa yang lahir dari perjuangan generasi muda pada 1928 masih menyimpan pesan penting bagi Indonesia saat ini, terutama ketika masyarakat menghadapi perbedaan pandangan, identitas, dan kepentingan.
Nilai persatuan tersebut kembali menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto saat memberikan pengarahan kepada siswa SMA Taruna Nusantara dalam peresmian kampus baru di Cimahi, Jawa Barat, Jumat (30/10/2026).
Prabowo mengingatkan bahwa generasi muda perlu memahami sejarah, menjaga semangat kebangsaan, dan tidak mengulangi kesalahan masa lalu yang pernah melemahkan persatuan Indonesia.
Prabowo Minta Siswa Taruna Nusantara Meneladani Semangat Sumpah Pemuda
Dalam peresmian SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pendidikan kebangsaan harus berakar pada nilai-nilai Sumpah Pemuda.
Menurutnya, ikrar yang dicetuskan para pemuda sebelum Indonesia merdeka merupakan pencapaian besar yang menjadi fondasi persatuan bangsa.
Prabowo menilai keberanian para pemuda pada masa itu patut menjadi teladan bagi generasi sekarang. Di usia yang masih muda, mereka mampu melahirkan gagasan yang menyatukan berbagai kelompok dengan latar belakang berbeda.
"Pemuda-pemudi tersebut usianya sangat muda, melahirkan suatu sumpah yang demikian cemerlang, luar biasa kita harus akui," ujar Prabowo melalui keterangan resmi Sekretariat Presiden di Jakarta.
Ia juga menyampaikan harapan agar para siswa SMA Taruna Nusantara memanfaatkan kesempatan pendidikan dengan sungguh-sungguh. Menurutnya, lingkungan pendidikan tersebut dapat menjadi tempat membangun kemampuan, karakter, dan rasa tanggung jawab terhadap masa depan bangsa.
"Saya percaya kalian akan berbuat yang terbaik, kalian akan belajar yang terbaik, kalian akan mengambil nilai-nilai dari SMA Taruna Nusantara," kata Prabowo.
Pesan tersebut menempatkan pendidikan bukan hanya sebagai proses memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kesadaran kebangsaan. Generasi muda diharapkan mampu mengembangkan potensi diri tanpa melepaskan tanggung jawab terhadap masyarakat dan negara.
Persatuan dan Bhinneka Tunggal Ika Jadi Kekuatan Bangsa
Selain menyinggung Sumpah Pemuda, Prabowo mengingatkan bahwa persatuan merupakan salah satu modal utama Indonesia dalam menghadapi perbedaan dan berbagai tantangan.
Bangsa Indonesia terdiri atas beragam suku, budaya, bahasa, dan latar belakang. Keberagaman tersebut membutuhkan kesadaran untuk menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan kelompok.
Presiden juga menyinggung warisan para pendiri bangsa berupa semangat Bhinneka Tunggal Ika. Prinsip tersebut menjadi landasan kehidupan bernegara yang mengakui perbedaan, tetapi tetap menjaga kesatuan sebagai bangsa Indonesia.
Dalam konteks pendidikan, nilai tersebut penting ditanamkan sejak dini agar siswa tidak hanya memahami keberagaman sebagai pengetahuan, tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan menghargai perbedaan, bekerja sama, dan menghindari sikap yang memecah belah menjadi bagian dari karakter warga negara.
Prabowo mengingatkan bahwa pengalaman sejarah Indonesia memperlihatkan bagaimana lemahnya persatuan dapat membuka peluang bagi pihak luar untuk memecah belah masyarakat. Pengalaman penjajahan menjadi salah satu contoh yang perlu dipahami generasi muda agar tidak terulang dalam bentuk berbeda.
Belajar Sejarah agar Kesalahan Masa Lalu Tidak Terulang
Prabowo juga memberikan perhatian khusus pada pentingnya mempelajari sejarah. Menurutnya, kemajuan teknologi tidak membuat pengetahuan tentang masa lalu kehilangan relevansi. Perubahan zaman tetap perlu dihadapi dengan pemahaman mengenai pengalaman, keputusan, dan kesalahan generasi sebelumnya.
"Mereka yang malas belajar sejarah akan dihukum oleh sejarah. Ini pelajaran ribuan tahun," katanya.
Ia menilai sejarah dapat menjadi sumber pembelajaran untuk memahami perjalanan bangsa sekaligus mengenali risiko yang muncul ketika masyarakat kehilangan rasa persatuan. Karena itu, generasi muda perlu mempelajari bukan hanya keberhasilan para pendahulu, melainkan juga kekurangan dan keputusan yang membawa dampak buruk.
"Jangan kita ulangi kesalahan-kesalahan pendahulu-pendahulu kita. Pendahulu kita banyak kecemerlangan, tapi kita belajar dari kekurangannya," katanya.
Presiden turut mengingatkan adanya paham atau kepentingan kelompok yang berpotensi mengancam persatuan apabila ditempatkan di atas kepentingan bangsa. Meski demikian, ia menyatakan optimisme bahwa Indonesia memiliki kekuatan untuk menghadapi berbagai tantangan.
Pesan Prabowo kepada siswa SMA Taruna Nusantara pada akhirnya kembali pada makna Sumpah Pemuda: kemajuan bangsa membutuhkan generasi yang berpengetahuan, berkarakter, dan mampu menjaga persatuan.
Mengingat sejarah bukan sekadar mengenang peristiwa masa lalu, melainkan memahami pelajaran agar Indonesia tidak mengulangi kesalahan yang sama. (udn)