- Aqsa Working Group
Bendera Indonesia dan Palestina Berkibar di Langit Monas, Ini Makna di Balik Aksinya
tvOnenews.com - Pemandangan berbeda terlihat di langit Monumen Nasional (Monas), Jakarta, saat pembukaan Bulan Solidaritas Palestina (BSP) 2026, Minggu (1/11/2026).
Dua bendera, Merah Putih dan Palestina, berkibar berdampingan setelah diterbangkan menggunakan paramotor oleh Komunitas Paramotor Indonesia.
Aksi tersebut menjadi salah satu rangkaian pembukaan BSP 2026 yang diselenggarakan Aqsa Working Group (AWG).
Penerbangan dua bendera itu bukan sekadar pertunjukan di udara, tetapi juga menjadi simbol solidaritas dan persahabatan Indonesia dengan Palestina.
Masing-masing bendera memiliki ukuran 2,5 x 4 meter.
Penerbangannya melibatkan lima pilot paramotor, yakni Kolonel Kes. Samsiruddin Samosir, Teguh Rusdianto (Ican), Idon, Muhammad Siddiq Latuconsina, dan Taufiq Nugraha.
Dengan latar langit Monas, kedua bendera tampak berkibar beriringan. Momen tersebut menjadi bagian dari ekspresi dukungan masyarakat Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina.
- Aqsa Working Group
Simbol Solidaritas Indonesia dan Palestina
Pengibaran bendera Indonesia dan Palestina di langit Monas memiliki makna sebagai simbol solidaritas sekaligus persahabatan kedua bangsa.
Melalui aksi tersebut, Komunitas Paramotor Indonesia turut mengambil bagian dalam menyuarakan dukungan terhadap Palestina melalui cara yang berbeda.
Kehadiran Merah Putih dan bendera Palestina secara berdampingan memperlihatkan pesan kebersamaan dalam momentum Bulan Solidaritas Palestina.
BSP 2026 sendiri mengusung tema “Penguatan Peran Advokasi Global menuju Pembebasan Al-Aqsa dan Kemerdekaan Palestina”.
Kegiatan tahunan yang telah memasuki tahun keenam ini menjadi ruang konsolidasi berbagai elemen masyarakat untuk memperkuat komitmen dalam menyuarakan pembelaan terhadap Palestina dan Masjid Al-Aqsa.
Pembukaan BSP 2026 Juga Diwarnai Pembentangan Bendera Raksasa
Selain penerbangan bendera menggunakan paramotor, semangat solidaritas juga terlihat melalui pembentangan bendera kolosal di tengah lapangan Monas.
Bendera tersebut memiliki panjang 50 meter dan lebar 9 meter. Para relawan bersama peserta apel akbar ikut terlibat dalam aksi pembentangan tersebut.
Pembukaan BSP 2026 juga dirangkaikan dengan Apel 1.000 Relawan Kemanusiaan yang dikoordinasikan oleh Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR).
Apel tersebut melibatkan lima elemen relawan, yaitu Tim Rescue, Tim Medis, Tim Jurnalis, Tim Konstruksi, dan Tim Aktivis Sosial.
Kelima elemen tersebut merupakan bagian penting dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina.
Berbagai rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa dukungan terhadap Palestina dapat disampaikan melalui beragam bentuk keterlibatan masyarakat.
Bulan Solidaritas Palestina Berlangsung Sepanjang November
Setelah pembukaan di Monas pada 1 November 2026, AWG telah menyiapkan sejumlah agenda lanjutan sepanjang bulan ini.
Kegiatan tersebut meliputi Solidarity Run for Palestine dan Talkshow Perempuan Palestina pada 8 November di Masjid Darussalam, Kota Wisata.
Selanjutnya, Summit for Palestine dijadwalkan berlangsung pada 14–15 November di Gunung Gede, Jawa Barat.
Agenda lainnya adalah Focus Group Discussion Journalists for Palestine pada 19 November di Jakarta, Festival Baitul Maqdis pada 22 November, serta Simposium Anti-Zionis pada 25 November di DPR RI, Jakarta.
Menjelang akhir November, AWG juga akan menggelar Long March Cinta Al-Aqsa pada 28–29 November.
Aksi ini dimulai dari Masjid At-Taqwa, Cileungsi, Bogor, menuju Masjid Istiqlal, Jakarta.
Rangkaian BSP 2026 akan ditutup pada 29 November di Masjid Istiqlal, bertepatan dengan Hari Solidaritas Internasional untuk Rakyat Palestina.
Melalui berbagai agenda tersebut, AWG berharap solidaritas terhadap Palestina tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan terus diwujudkan melalui pendidikan, media, diplomasi masyarakat, kegiatan kemanusiaan, dan konsolidasi solidaritas internasional. (gwn)