- istimewa
Satgas PRR Kawal Pemulihan Aceh Utara, dari Normalisasi Sungai hingga Huntap
Aceh Utara, tvOnenews.com - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) mendorong percepatan pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh Utara.
Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Khusus Satgas PRR meninjau tiga lokasi, yakni Sungai Krueng Pase di Kecamatan Syamtalira Aron, kawasan hunian tetap (huntap) Kuala Cangkoi di Kecamatan Lapang, serta lahan pembangunan 200 unit huntap di Desa Leubok Pusaka, Kecamatan Langkahan pada Selasa (27/10/2026).
Ketua Tim Monev Khusus Aceh Utara, Kombes Pol. Suwinto, mengapresiasi penanganan pascabencana yang telah dilakukan pemerintah daerah bersama instansi terkait. Namun, sejumlah kebutuhan masih perlu ditindaklanjuti agar pemulihan berjalan optimal.
"Kami mengapresiasi pemerintah daerah yang telah menunjukkan progres dalam penanganan pascabencana di Aceh Utara. Tentunya, masih ada beberapa hal yang perlu kita dorong bersama agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat berjalan lebih optimal," ujar Suwinto.
Di Sungai Krueng Pase, Desa Tengah, Kecamatan Syamtalira Aron, tim menemukan sedimentasi pada alur sungai dan pengikisan di sejumlah bagian tebing.
Penanganan sebelumnya telah dilakukan di dua titik oleh pemerintah provinsi dan dua lokasi lainnya oleh Balai Wilayah Sungai (BWS). Selanjutnya, BWS merencanakan normalisasi dari bagian hilir hingga muara.
Percepatan normalisasi diperlukan untuk menjaga kelancaran aliran sungai dan mengurangi risiko luapan air yang dapat mengancam permukiman, lahan pertanian, serta jaringan irigasi, terutama menjelang musim penghujan. Satgas PRR juga mendorong koordinasi pemerintah provinsi dan BWS, termasuk untuk pengamanan tebing dan tanggul.
Suwinto mengatakan pihaknya akan membantu mengomunikasikan kebutuhan sarana pendukung, termasuk alat berat untuk normalisasi sungai dan pemulihan lahan persawahan, kepada kementerian dan lembaga terkait.
"Kami terus berupaya membantu pemerintah daerah dalam mengatasi berbagai kendala di lapangan, termasuk keterbatasan alat berat untuk normalisasi sungai maupun pemulihan lahan persawahan. Kebutuhan tersebut akan terus kami komunikasikan dengan kementerian dan lembaga terkait di tingkat pusat agar dukungan yang diperlukan dapat terealisasi," jelasnya.
Tim kemudian meninjau kawasan huntap Kuala Cangkoi yang terdiri atas 104 unit rumah dan dibangun oleh Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam).