- Polsek Kebayoran Lama
Peran Keji Pasangan AR dan J Habisi Nyawa Balitanya di Jaksel: Satu Lakukan Kekerasan, Ibu Kandung Rela Tutupi Jejak
Jakarta, tvOnenews.com - Kasus tragis menimpa seorang balita perempuan yang meregang nyawa akibat tindak kekerasan. Polres Metro Jakarta Selatan bersama Polsek Kebayoran Lama akhirnya menetapkan dua tersangka, yakni pria berinisial AR dan wanita berinisial J, yang merupakan ibu kandung korban.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Iskandarsyah, menyatakan bahwa penetapan tersangka dilakukan kurang dari 24 jam setelah laporan masyarakat diterima.
"Berdasarkan alat bukti dan hasil olah TKP, kami menetapkan dua orang sebagai tersangka, yakni AR dan J yang merupakan ibu dari korban," ujar Iskandarsyah dalam konferensi pers, Senin (2/11).
Hasil penyidikan mengungkap peran keji dari kedua pelaku. AR diduga menjadi aktor utama yang melakukan kekerasan fisik terhadap korban hingga dua kali di fasilitas toilet umum dekat Stasiun Kebayoran Lama, Sabtu (31/10) malam.
Sementara itu, ibu kandung korban, J, berperan membantu menutupi jejak kematian putrinya sendiri.
Kapolsek Kebayoran Lama, Kompol Seala Syah Alam, membeberkan kronologi upaya pelaku dalam melenyapkan bukti.
Setelah korban meninggal dunia, kedua pelaku nekat membawa jasad balita malang tersebut menggunakan taksi daring menuju kawasan Palmerah hingga akhirnya berhenti di sebuah lahan kosong di Bendungan Hilir (Benhil).
Di sana, jasad SF dikuburkan secara tidak layak di dalam kantong plastik kresek dengan kedalaman kurang dari 50 sentimeter.
Pelaku sempat berusaha mengelabui petugas dengan memberikan keterangan palsu mengenai lokasi penguburan.
"Pelaku sempat memberikan keterangan tidak benar bahwa korban dikuburkan di wilayah Palmerah. Namun, melalui interogasi kepolisian, mereka akhirnya jujur bahwa korban dikubur di lahan kosong di wilayah Benhil," jelas Seala.
Diketahui, tersangka J sehari-hari bekerja sebagai pengamen. Meski sempat tidak jujur, pihak kepolisian menyebut tersangka J cukup kooperatif saat diminta menunjukkan lokasi pemakaman sang anak.
Saat ini, kepolisian masih terus mendalami kasus ini guna memastikan motif dan detail peristiwa yang berujung pada hilangnya nyawa balita tak berdosa tersebut. (ant/dpi)