news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kapolsek Kebayoran Lama, Kompol Seala Syah Alam saat menggiring pelaku pembunuhan anak..
Sumber :
  • Polsek Kebayoran Lama

Hasil Pemeriksaan Dokter Forensik Anak Korban Pembunuhan Orangtua di Kebayoran Lama: Ada Tanda Kekerasan-Gizi Tak Sesuai

Tim Spesialis Forensik Rumah Sakit Kramat Jati mengungkap hasil pemeriksaan anak (20 bulan) yang dibunuh ayah tiri, AR (22) dan ibu kandungnya, JM (20) di toilet umum Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Sabtu (31/10).
Senin, 2 November 2026 - 18:55 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Tim Spesialis Forensik Rumah Sakit Kramat Jati mengungkap hasil pemeriksaan anak berinisial SF (20 bulan) yang dibunuh ayah tiri, AR (22) dan ibu kandungnya, JM (20) di toilet umum Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Sabtu (31/10).

Dokter Ahli Forensik RS Kramat Jati, Asri Megaratri mengatakan, korban meninggal dunia dalam kondisi gizi yang tidak sesuai dan mengalami kekerasan pada beberapa bagian tubuhnya.

“Pada pemeriksaan, kami menemukan keadaan anak tersebut dengan keadaan yang gizinya tidak sesuai dengan usianya, ya kurang dari yang seharusnya normal pada usia tersebut. Kemudian kami juga menemukan beberapa tanda-tanda kekerasan pada daerah wajah, perut, dada, dan keempat anggota gerak. Baik itu kekerasan yang baru maupun kekerasan yang lama,” ungkap Asri, di Polress Metro Jakarta Selatan, pada Senin (2/11).

Kemudian, Asri menjelaskan, pihaknya juga melakukan pemeriksaan rontgen tulang-tulang untuk memastikan adanya kekerasan terhadap tulang yaitu patah tulang.

“Dari hasil autopsi juga kami menemukan hal yang sejalan pada saat pemeriksaan luar ,yaitu kami menemukan tanda-tanda kekerasan atau cedera pada organ-organ tubuh bagian dalam. Ya, apakah itu di dada maupun di perut,” terang Asri.

Namun, mengenai hasil pasti dari luka ini, pihak dokter forensik masih melakukan pemeriksaan laboratorium antara lain dengan pemeriksaan histopatologi forensik yang dilakukan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati.

“Dan kami juga telah menyediakan beberapa sample untuk pemeriksaan toksikologi forensik untuk dibawa ke Puslabfor Polri oleh penyidik apabila dibutuhkan,” ujarnya. (ars/dpi)
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:21
14:13
09:50
04:54
08:02
14:03

Viral