news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Martha Amalia Iflahah beri pesan kepada suaminya, Dwi Bagus Martono pelaku kasus pembunuhan istri siri dan anak di Madiun..
Sumber :
  • Istimewa

Tegarnya Istri Pelaku Mutilasi di Madiun Beri Pesan Kepada Suaminya: Jangan Takut Mati, Kamu Harus Bertaubat

Kasus pembunuhan disertai mutilasi yang dilakukan Dwi Bagus Martono (40) di Madiun terhadap istri sirinya, DH (30) dan anak, AG (4), meninggalkan duka mendalam.
Senin, 2 November 2026 - 21:02 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Kasus pembunuhan sadis disertai mutilasi yang dilakukan oleh Dwi Bagus Martono (40) di Madiun terhadap istri sirinya, DH (30), dan anak tirinya, AG (4), meninggalkan duka mendalam sekaligus fakta-fakta yang mencengangkan. 

Aksi keji yang terjadi pada 20 September 2026 di Madiun ini baru terungkap setelah laporan orang hilang masuk pada 5 Oktober 2026, yang berujung pada penangkapan pelaku di Jombang pada 25 Oktober 2026.

Di balik kekejaman Dwi Bagus Martono yang tega menghabisi korban dengan cara dicekik, dibakar, hingga digiling sebelum dibuang ke sungai, muncul sosok Martha Amalia Iflahah, istri sah pelaku. 

Dalam konferensi pers di Madiun, Senin (2/11), Martha memberikan pernyataan yang menyita perhatian publik saat berhadapan dengan suaminya.

Alih-alih meluapkan amarah, Martha justru terlihat mencoba menguatkan mental sang suami yang kini terancam hukuman berat.

"Brave, ayo, Ayah, brave," ujar Martha di hadapan suaminya.


Martha Amalia Iflahah, istri sah Dwi Bagus Martono pelaku kasus pembunuhan istri siri dan anak di Madiun.

Dalam pertemuan tersebut, Martha sempat bertanya mengenai kondisi orang tua pelaku, dan suaminya pun menanyakan respons keluarga terhadap perbuatannya. 

"Kemudian suami saya tanya, 'Bapak sama Ibu gimana?' Saya jawab, 'Memaafkan Ayah, semua.' Kemudian dia tersungkur duduk," ungkap Martha.

Lebih lanjut, Martha mengaku telah memberikan nasihat agar DBM tidak mengambil jalan pintas dengan mengakhiri hidupnya sendiri di dalam tahanan. 

Ia meminta suaminya untuk menghadapi konsekuensi hukum atas perbuatannya demi mencari ampunan.

"Saya sampaikan, kamu jangan takut mati. Semua manusia mati, aku pun. Apa pun putusan hukumnya nanti harus diterima. Kamu jangan bunuh diri di sana. Kalau kamu bunuh diri, nanti kamu tidak akan terlahir kembali sebagai manusia. Kamu masih punya kesempatan hidup untuk bertaubat," tuturnya.

Meski mengaku telah memaafkan secara pribadi, Martha tetap menaruh simpati yang besar kepada keluarga korban yang menjadi sasaran kegilaan suaminya.

"Saya turut berduka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Semoga keluarga korban mendapatkan kekuatan dan bisa mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya," pungkas Martha.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:21
14:13
09:50
04:54
08:02
14:03

Viral