- tvOneNews
Istri Sah Dwi Bagus Martono Tak Tahu Suami Mutilasi Istri Siri dan Anak di Madiun, Akui sedang Ngajar di Sekolah
Ia juga mengaku sakit hati karena dituduh terlibat dalam aksi pembunuhan tersebut. Bahkan, Martha merasa dikhianati setelah mengetahui bahwa suaminya ternyata memiliki istri siri tanpa sepengetahuannya.
"Untuk menerima fakta saja, saya dikhianati, saya selama ini ternyata saya tidak mengetahui apa pun," tegasnya.
Istri Sah Sedang Bekerja
Martha menduga pembakaran dan penggilingan jasad Dini beserta anaknya berlangsung pada siang hari. Saat peristiwa tersebut terjadi, ia mengaku tidak berada di rumah.
Perempuan berusia 34 tahun itu menjelaskan bahwa dirinya tengah menjalankan tugas sebagai seorang guru di sekolah. Martha bahkan menegaskan tidak mengetahui aktivitas apa pun yang dilakukan suaminya di bagian belakang rumah mereka.
"Jadi, pada saat peristiwa itu terjadi dan dilakukan, karena saya seorang guru, saya itu full sedang mengajar di sekolah. Artinya, saya sedang bekerja, saya benar-benar tidak mengetahui peristiwa itu terjadi, saya benar-benar tidak mengetahui apa yang suami saya lakukan," jelasnya.
Ia kemudian menerangkan bahwa kegiatan mengajarnya berlangsung sejak pagi hingga sore hari. Martha menyebut dirinya harus sudah tiba di sekolah sebelum pukul 07.00 WIB untuk melakukan absensi, sedangkan jam kerjanya baru selesai sekitar pukul 15.30 WIB.
"Kalau itu semua dilakukan oleh suami saya, tepatnya di rumah kami di halaman belakang itu, saya benar-benar tidak mengetahui peristiwa itu terjadi dan apa yang suami saya lakukan," katanya.
Martha mengaku tidak mengetahui secara pasti waktu maupun kronologi tindakan yang diduga dilakukan Dwi Bagus terhadap kedua korban. Informasi yang diterimanya hanya menyebutkan bahwa kejadian tersebut berlangsung ketika dirinya sedang bekerja.
"Dari informasi yang kami ketahui, itu disampaikan pada saat saya bekerja. Artinya, itu pada saat siang hari ketika saya berada di sekolah, begitu," imbuhnya.
Martha juga menjelaskan bahwa selama ini rumah yang menjadi lokasi dugaan pembakaran jasad korban memang ditempati bersama Bagus. Selain bekerja sebagai tenaga pengajar, ia turut mengelola usaha bimbingan belajar yang beroperasi di rumah tersebut.
Sebelumnya, kasus pembunuhan terhadap Dini Hardiyanti dan anaknya, AGEF (4), menggemparkan publik, khususnya masyarakat Kota Madiun. Perempuan asal Bogor tersebut diduga menjadi korban pembunuhan yang dilakukan Dwi Bagus Martono, suami sirinya.