news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Dwi Bagus Martono, tersangka pembunuhan dan mutilasi istri siri, Dini Hardiyanti dan anaknya, AGF di Madiun.
Sumber :
  • tvOneNews

Sakitnya Jadi Istri Sah, Dwi Bagus Baru Jujur Punya Istri Siri setelah Mutilasi Dini dan Anak di Madiun

Martha Amalia Iflahah (34), istri sah Dwi Bagus Martono (40) mengungkap suaminya baru mengakui mempunyai istri siri, Dini Hardiyanti (30) pada 10 Oktober 2026.
Selasa, 3 November 2026 - 04:48 WIB
Reporter:
Editor :

Madiun, tvOnenews.com - Martha Amalia Iflahah (34), istri sah Dwi Bagus Martono (40) akhirnya mengungkap fakta mengejutkan setelah bungkam berbicara kasus pembunuhan dan mutilasi dilakukan suaminya terhadap istri siri, Dini Hardiyanti (30) dan anaknya yang berusia 4 tahun di Madiun.

Martha menyinggung terkait pernikahan siri antara Dwi Bagus Martono dan korban. Ia menegaskan bahwa dirinya selama ini sama sekali tidak pernah mengendus suaminya mempunyai istri siri bernama Dini Hardiyanti.

Ia menyampaikan bahwa, ironisnya pengakuan tersebut justru baru disampaikan oleh Dwi Bagus setelah menghilangkan jasad Dini Hardiyanti dan anaknya.

Suaminya hanya mengungkapkan bahwa korban telah hilang yang padahal dibunuh, kemudian dimutilasi, dibakar, dan digiling menggunakan mesin penggiling daging olehnya sejak 20 September 2026.

"Saya baru mengetahui itu langsung suami saya menyampaikan pernyataan itu pada 10 Oktober 2026. Itu saya harinya ingat di hari Sabtu malam Minggu, waktunya di sekitar Maghrib, itu tadi sudah saya ceritakan juga (saat) di teras halaman belakang rumah," kata Martha, Senin (2/11/2026).

Dwi Bagus Martono Langsung Minta Maaf

Dwi Bagus Martono alias DBM (40), tersangka kasus pembunuhan dan mutilasi istri siri dan anak di Madiun
Sumber :
  • tvOneNews

Kata Martha, ketika menyampaikan pengakuan tersebut, Dwi Bagus sampai bersujud dan menangis. Karena menyembunyikan pernikahan sirinya, pembunuh Dini dan anak tirinya tersebut langsung meminta maaf.

Dalam agenda pra-rekonstruksi dan rekonstruksi, Bagus mengakui telah memiliki Dini sebagai istri kedua yang dinikahi secara siri selama kurang lebih dua tahun tanpa sepengetahuannya.

"Dia minta maaf sambil menangis dan bersujud-sujud kepada saya. Dia bilang mempunyai perempuan lain dan sudah dua tahun dinikahinya, dia menikah sendiri begitu," terangnya.

Istri Sah Tepis Tuduhan Terlibat Aksi Pembunuhan

Berdasarkan dari pernyataan tersebut, Martha membantah tudingan bahwa dirinya terlibat dalam aksi pembunuhan, mutilasi hingga menghilangkan jasad Dini dan anaknya.

Alih-alih terlibat, wanita berusia 34 tahun tersebut justru merasa menjadi pihak yang dikhianati. Martha selama ini tidak mengetahui hubungan maupun pernikahan kedua suaminya meski berlangsung secara siri.

"Bahkan untuk menerima fakta saja, saya dikhianati, selama ini ternyata saya tidak mengetahui apapun," katanya.

Dengan suara terbata-bata, Martha masih bertanya-tanya sejumlah fakta tersebut harus diterima olehnya. Bahkan, suaminya menjadi tersangka kasus pembunuhan terhadap istri siri dan anak tirinya.

"Di saat saya merasa, 'kenapa sih saya yang dikorbankan, kenapa saya yang disakiti?', bahkan dalam perkara hukum ini saya merasa saya yang berada di paling depan untuk ikut bertanggung jawab dan lain sebagainya untuk hal-hal yang tidak saya lakukan," ucapnya.

Ia menjelaskan, dirinya baru mengetahui peristiwa pembunuhan tersebut setelah suaminya ditangkap di sebuah gubuk sebagai tempat persembunyiannya di Jombang, Jawa Timur pada Minggu, 25 Oktober 2026 malam.

Di sisi lain, Martha dan Bagus masih saling berinteraksi secara normal layaknya suami-istri. Bahkan, gelagat tersangka pembunuhan Dini dan anaknya tersebut tidak menunjukkan perilaku yang mencurigakan.

"Ketika tahu, saya sangat terpukul saat faktanya mengatakan suami saya melakukan hal tersebut," jelasnya.

Pada saat itu, Martha mengaku sedang bekerja sebagai seorang guru di sekolah. Bahkan, ia sama sekali tidak mengetahui adanya aktivitas pembakaran dan penggilingan jasad Dini beserta anaknya di bagian belakang rumahnya di Jalan Kunir, Kelurahan Ngegong, Mangunharjo, Kota Madiun.

"Itu pada saat siang hari ketika saya berada di sekolah," tambahnya.

Rumah yang menjadi lokasi dugaan pembakaran juga sebagai tempat tinggalnya bersama Bagus. Bangunan tersebut juga berfungsi untuk tempat bimbingan belajar.

(hap)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:21
14:13
09:50
04:54
08:02
14:03

Viral