- istimewa
Batik hingga Wisata Bahari, Potensi Ekonomi Kreatif Rembang Siap Dikenalkan Lebih Luas
Selain Batik Tulis Lasem, Rembang memiliki kuliner khas seperti Lontong Tuyuhan dan Sate Srepeh. Wilayah pesisir dengan garis pantai sepanjang 65 kilometer juga menyimpan potensi wisata bahari.
Isti menilai pengenalan berbagai potensi tersebut membutuhkan strategi promosi yang tepat, termasuk melalui pemanfaatan media periklanan.
"Jadi, kegiatan ini sungguh sangat luar biasa memberikan motivasi, inspirasi, kepada teman-teman, kepada anak-anak, kreator agar lebih mempunyai wawasan di bidang periklanan sehingga ketika periklanan ini menjadi salah satu bentuk promosi yang ada di Kabupaten Rembang, segala bentuk potensi yang dimiliki Kabupaten Rembang ini bisa lebih efektif memberikan kesuksesan," kata Isti.
Dalam kegiatan tersebut, CEO Petakumpet Creativerse, M. Arief Budiman, turut menyoroti tantangan ekonomi yang dihadapi Rembang. Ia menyebut daerah tersebut masih berada di peringkat keenam dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Jawa Tengah.
Menurut Arief, salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah bagaimana potensi daerah dapat dikomunikasikan secara menarik sehingga memiliki nilai lebih di mata masyarakat maupun pasar yang lebih luas.
Ia menilai keterlibatan konten kreator dan pelaku periklanan lokal dapat membantu memperkenalkan berbagai keunggulan yang dimiliki Rembang.
"Maka ketika teman-teman konten kreator, anak-anak yang bergerak di bidang periklanan dan sebagainya ngumpul ini salah satu PR-nya adalah bagaimana memberitakan, menyampaikan potensi yang luar biasa di Rembang ini menjadi sesuatu yang sangat menarik," ujar Arief.
Ia juga menilai ruang pertemuan dan pertukaran gagasan seperti kegiatan tersebut dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga kreativitas pelaku ekonomi kreatif di tengah keterbatasan anggaran.
"Artinya gayung itu harus bersambut dan sambutan yang kita berikan dengan segala keterbatasan pada hari ini efisiensi anggaran dan sebagainya kita gunakan untuk memercikkan api kreativitas dan semangat," jelasnya.
Salah seorang peserta, Muhammad Guruh Pangestu, mengatakan materi yang diperoleh memberinya pemahaman baru mengenai pemanfaatan media sosial dan teknologi visual untuk mendukung pemasaran.
Ia juga mempelajari bagaimana penyajian visual dapat membantu menyampaikan informasi agar lebih mudah dipahami audiens.