news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi jenazah..
Sumber :
  • Dokumentasi tvOnenews

Mahasiswi S3 UI Tewas Membengkak di Kamar Kos Depok, Ditemukan saat Pemilik Indekos Cium Bau Bangkai

Mahasiswi program doktor (S3) Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI), BM (36), ditemukan tewas membusuk dan membengkak di kamar kos di Depok.
Sabtu, 7 November 2026 - 03:10 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Seorang mahasiswi program doktor (S3) Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) berinisial BM (36), ditemukan meninggal dunia di kamar kos yang berlokasi di Jalan Kedondong, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat, Rabu (4/11/2026).

Ironisnya, jasad mahasiswi S3 UI tersebut ditemukan dalam kondisi telah membusuk dan membengkak.

Kasie Humas Polres Metro Depok, AKP Hendra Kurniawan menjelaskan, penemuan tersebut berawal ketika pemilik kos mencium bau menyengat sekitar pukul 15.00 WIB. Aroma bangkai itu diduga berasal dari kamar korban.

Hendra menambahkan, aroma bangkai tersebut membuat pemilik kos curiga serta mendorongnya berinisiatif memeriksa kamar tersebut. Sayangnya pintu kamar korban dalam keadaan terkunci.

"Pemilik kos kemudian menghubungi Pak RT dan Satgas 110," ujar Hendra, Jumat (6/11/2026).

Pemilik kos sempat berupaya untuk membongkar pintu kamar kos yang menjadi sumber bau bangkai tersebut sekitar pukul 15.00 WIB.

Tak lama kemudian, pihak kepolisian melalui petugas Polsek Beji dan Polres Metro Depok langsung datang sekaligus melakukan pemeriksaan di tempat kejadian perkara (TKP).

Saat ditemukan, kata Hendra, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Mahasiswi S3 UI tersebut bahkan terbaring telentang di dalam kamar kosnya.

"Pada saat dilakukan cek TKP, korban yang merupakan berinisial B dalam keadaan telentang dan meninggal dunia," terangnya.

Berdasarkan perkiraan kepolisian, korban telah meninggal dunia sekitar tiga hari sebelum jasadnya ditemukan.

Pasalnya, kondisi tubuh korban sudah mengalami pembusukan. Hal tersebut menjadi salah satu indikasi waktu kematian tersebut.

Hasil pemeriksaan autopsi juga tidak memperlihatkan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Polisi pun tidak menemukan indikasi kehilangan barang-barang milik korban dari kamar kosnya.

Hendra mengungkapkan, pemeriksaan medis menemukan adanya pembengkakan jantung. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan penyebab kematian korban.

Ia menambahkan, terlebih lagi keluarga korban diketahui pernah membawanya menjalani pengobatan di rumah sakit.

"Korban mengalami pembengkakan jantung, pernah dibawa berobat oleh orang tuanya di rumah sakit. Jadi, penyebabnya kemungkinan karena sakit," imbuhnya.

Lebih lanjut, Hendra membenarkan bahwa BM merupakan aparatur sipil negara (ASN). Mahasiswi S3 UI tersebut bekerja sebagai PNS di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abepura, Jayapura.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:07
08:21
14:13
09:50
04:54
08:02

Viral