- Antara
Kasus Pria Serang Jemaah yang Sedang Salat di Masjid Jakarta Timur: Pelaku Diduga Telah Siapkan Kapak Hingga Bensin
Jakarta, tvOnenews.com - Polisi mengungkap fakta baru dibalik pria berinisial F yang menyerang jemaah saat salat subuh di Masjid Daarul Maarif, Pondok Kelapa, Jakarta Timur, pada Minggu (8/11).
Kasie Humas Polres Metro Jakarta Timur, AKP Made Budi mengatakan, dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), ditemukan sejumlah barang bukti senjata tajam yang diduga telah dipersiapkan oleh pelaku.
“Dari informasi awal, ditemukan sejumlah barang yang diduga telah dipersiapkan oleh terduga pelaku, di antaranya dua senjata tajam berupa kapak dan belati, dua tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram, serta bahan bakar jenis bensin,” kata Made Budi, kepada wartawan, Minggu (8/11).
Made Budi menjelaskan, barang bukti tersebut selanjutnya diamankan oleh tim penyidik untuk dilakukan pemeriksaan.
“Seluruh barang tersebut telah diamankan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut,” terangnya.
Sementara itu, Made Budi menerangkan, saat ini penyidik masih mendalami motif, latar belakang, serta kemungkinan adanya unsur perencanaan dalam peristiwa tersebut, termasuk mendalami apakah terdapat motif ideologi atau keterkaitan dengan jaringan tertentu.
“Kami tidak ingin berspekulasi dan akan mendasarkan setiap kesimpulan pada fakta serta alat bukti yang diperoleh dalam proses penyidikan,” tegasnya.
Kemudian, Made Budi mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang, tidak terprovokasi, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
“Kami memastikan bahwa penanganan perkara ini akan dilakukan secara profesional, transparan, dan tuntas sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kerukunan, toleransi, dan situasi keamanan serta ketertiban masyarakat agar tetap aman dan kondusif,” ungkapnya.
Sebelumnya diberitakan, berdasarkan informasi yang diterima tvOnenews.com, peristiwa ini diketahui oleh salah satu jemaah yang mendengar suara “bacok”.
Kemudian, saat yang bersangkutan membatalkan salatnya, terlihat tiga orang mengalami luka akibat diduga diserang pelaku.
Atas perbuatannya tersebut sejumlah warga langsung mengamankan terduga pelaku dan menyerahkan ke pihak kepolisian.
Terkait peristiwa ini, AKP Made Budi membenarkan soal adanya insiden tersebut.
“Iya betul (ada insiden penyerangan di masjid tersebut),” kata Made Budi, kepada wartawan, Minggu (8/11).
Lebih lanjut, Made Budi membenarkan bahwa atas peristiwa ini sebanyak tiga orang mengalami luka-luka.
“Benar (tiga orang mengalami luka-luka),” jelas Made Budi. (ars/dpi)