news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Iwan Piliang.
Sumber :
  • Istimewa

2024: BG-Monoarfa VS Anies-TBH

Bagaimana dengan posisi Anies Baswedan? Jika Pilpres dilakukan hari ini, saya menyakini Anies, menang terpilih presiden
Sabtu, 26 Maret 2022 - 00:07 WIB
Reporter:
Editor :

Akhir pekan ini saya mencoba menulis lagi untuk publik, setelah sejak 16 Agustus 2021 “puasa” bikin konten di Twitter. Dorongan membuat tulisan ini, karena berjibun pertanyaan kepada saya ihwal peta politik 2024, siapa capres jadi? Sosok mana yang layak didukung?

Agaknya netizen terutama, memiliki rasa ingin tahu tajam pilihan saya. Hal itu dilatari portofolio saya pada 2009-2014, berada selalu disisi sosok menjadi Gubernur DKI, lalu kini Presiden. Plus sebelum Agustus 2021, saya pernah meminta public mengamatu sosok budi Gunawan (BG) yang kini kepala BIN, kedepanya.

Pada 17 Maret 2022 lalu organisasi sayap PDIP, Banteng Muda Indonesia (BMI), melantik Mochamad Herviano Widyatama, sebagai Ketua Umum. Ia merupakan putra BG, juga sekaligus menantu Budi Waseso. Kepala Bulog

Di dalam kongres PDIP, sosok Caketum, Capres, mutlak diberikan wewenang keputusan menentukanya ketua umum, yakni Megawati Soekarno Putri.

Pertama, kepada siapa ketua umum PDIP akan diberikan Mega penggantinya? Jawaban saya, dugaan tajam kepada BG. Pertanyaan kedua, siapa sosok yang akan dicapreskan?

Sementara, diminta bergerak mempromosikan diri: Ganjar Pranowo. Namun, indikasi kuat saya, finalnya nanti, akan dicapreskan adalag BG.

Bagaimana dengan Puaa? Ia diberi kesempatan menaikan rating, elektabilitas. Namin, hingga saat ini, dari berbagai riset, survey, Puan belum menunjukan magnitude signifikan. Walau proses pemilu sudah menggelinding, tapu dominan nama-nama beredar masih rata-rata, medicore.

Khusus Puan, dugaan saya Megawati punya beban dihati akan posisi dua putranya, memilih sang putri Puan, menjadi tak enak dengan dua putranya. Maka hal ini menjadi faktor pilihan ke BG.

De tengah system politik kita terindikasi istilah saya; Oligarkhi Fulus Mulus (OFM), kencang sekali inidikasi dominan OFM akan bergerak serempak mendukung BG. Lantas siapa wakil BG?

Walaupun sebagai partai dapat maju sendiri dengan PT 20% mencukupi, langkah maju sendiri takakan dilakukan PDIP. Minimal PDIP akan menggandeng satu partai kecil memiliki wakil di DPR RI. Siapakah partai itu, sementara dugaan saya PPP.

Bagaimana dengan posisi Anies Baswedan? Jika Pilpres dilakukan hari ini, saya menyakini Anies, menang terpilih presiden. Nitizen juga sudah lama mengingat kalimat saya akan posisi Gubernur DKI saat ini akan “dicor”. Dicor istilah saya kemukanan di online, ibarat semen cor tiga perempat kering, kedua kaki kita dimasukan dan dikunci hingga kering, lalu tak bisa bergerak lagi

AHY, Partai Demokrat, pernah saya utarakan, diduga “semi dicor” sedangkan Prabowo Subianto, sudah selesai lebih awal karena terindikasi meninggalkan “umat” lebih awal. Pengalaman PS tiga kali tampil lalu pecundang, memperberat secara psikologi massa, langkahnya ke RI-1.

Akhirnya, Anies menurut saya bisa keluar dari “dicor” jika memang partai seperti Nasdem dan lainya melengkapi PT 20% untuk Anies. Itupun Anies harus mendapatkan wakil terang cemerlang.

Siapa calon wakil Anies cemerlang? Menurut saya, sosoknya berasal dari Provinsi Jawa Barat, tokoh sunda. Jabar memiliki mata pemilih terbesar apalagi ditambah Banten, Pasundan.

Sosok pendamping Anies itu  memiliki pengalaman matang di kepartaian, pernah duduk di DPR RI, idealnya berlatar militer. Bila kriterianya demikian, maka muncul nama TB Hasanudin, kini anggota DPR RI Komisi 1. Ia dibesarkan PDIP.

Berkenankah TB Hasanudin (TBH) menjadi wakil Anies Baswedan? Tentu hal tak ringan bagi TBH berkenan. Ketika setahun sebelum Ridwan Kamil Cagub Jabar, setidaknya setahun ia “ditenteng” oleh TB keliling Jabar.

Hanya karena Nasdem duluan mencagubkan Ridwan Kamil, tanpa Nasdem sowan ke Megawati, didetik-detik terakhir, TBH diperintahkan Megawati maju Cagub Jabar. TBH tipikal militer loyal, maka maju, walaupun ia tahu akan kalah dengan RK, sebelumnya ia turut digadang-gadang.

Maka, menurut saya Anies-TBH, sebuah pilihan tantangan BG-Manoarfa, misalnya. Maka public akan menyimak berkekuatan magnitude dipublik melawan kubu “power” dimana OFM full menyatu. Siapa pemenang? Tentu belum layal saya jawab, kecuali kedua pasangan ini memang berwujud. Untuk nyatanya, keyakinan saya diatas 60%. Sementara demikian.

 

*) Penulis: Iwan Piliang, penggiat citizen journalism (jurnalisme warga)

 

 

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:24
02:55
12:57
05:11
03:43
01:21

Viral