- VIVA/tvOnenews
6 Pemain Keturunan Grade A Berpotensi Ditarik Timnas Indonesia Untuk Perkuat Skuad Garuda Menghadapi Babak Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026
PSSI pernah mencoba menghubungi Mees, namun dia sempat menolak. Dengan keberhasilan Timnas Indonesia lolos ke babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026, ada kemungkinan Mees akan tertarik untuk bergabung dan memperkuat Garuda.
4. Kevin Diks (Copenhagen)
Kevin Diks, pemain FC Copenhagen, kerap menunjukkan ketertarikan pada Timnas Indonesia melalui media sosial.
Kevin Diks lahir dan besar di Belanda, dan memiliki pengalaman bermain di berbagai klub Eropa seperti Fiorentina, Feyenoord, dan Empoli.
Minatnya pada Timnas Indonesia bisa menjadi sinyal positif bagi PSSI untuk merekrutnya sebagai bagian dari skuad nasional.
5. Ole Romeny (FC Utrecht)
Ole Romeny, striker berusia 23 tahun, memiliki garis keturunan Indonesia dari ibunya. Meski telah beberapa kali membela Timnas Belanda di kelompok umur, Romeny belum dipanggil ke tim senior.
Dengan lini depan Timnas Indonesia yang masih perlu peningkatan, Romeny bisa menjadi solusi tepat untuk menambah daya serang Garuda.
6. Jayden Oosterwolde (Fenerbahce)
Jayden Oosterwolde, pemain berdarah Indonesia-Belanda yang kini bermain untuk Fenerbahce, sempat menolak ajakan bergabung dengan Timnas Indonesia karena masih ingin mengejar mimpinya bermain untuk Timnas Belanda.
Namun, hingga saat ini, Jayden belum juga dipanggil untuk memperkuat Timnas Belanda, bahkan di tim kelompok umur.
Melihat situasi ini, memperkuat Timnas Indonesia bisa menjadi opsi terbaik bagi Jayden untuk meraih mimpinya bermain di Piala Dunia.
Keberhasilan Timnas Indonesia lolos ke babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 merupakan pencapaian besar.
Ini tidak hanya membuka peluang untuk tampil di Piala Dunia, tetapi juga meningkatkan daya tarik timnas bagi pemain keturunan yang berkarier di luar negeri.
Dengan potensi masuknya pemain-pemain berkualitas dari luar negeri, skuad Garuda bisa semakin kuat dan kompetitif di tingkat Asia.
Naturalisasi pemain bukanlah hal baru dalam dunia sepak bola. Banyak negara yang telah sukses menggunakan strategi ini untuk memperkuat tim nasional mereka.
Bagi Indonesia, langkah ini bisa menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas tim dan bersaing di level yang lebih tinggi.
Selain itu, pemain keturunan yang memiliki pengalaman bermain di liga-liga top Eropa akan membawa nilai tambah yang signifikan dalam hal teknik, taktik, dan mental bertanding. (udn)